AES 1559 Time Goes Slower
joefelus
Saturday January 10 2026, 1:50 AM
AES 1559 Time Goes Slower

"Dad, you have to count down, and time will go slower." Kata Kano pagi ini ketika kami berempat, Nina, Kano, Aris dan saya sarapan di Braiden, tempat kerja Kano.

"Really?" Kata saya.

Waktu memang akhir-akhir ini terasa bergerak terlalu cepat dan saya memang sempat ngomel-ngomel karena sepertinya saya belum sempat melakukan banyak hal selama liburan ini dan sudah lebih dari 3 minggu terlewatkan. Sepertinya belum lama ini masih menunggu malam Natal, sekarang tiba-tiba sudah lewat 1 minggu sesudah saat pergantian tahun. Kemana saja waktu berlalu? Saya tidak tahu, tidak menyadari bahkan seringkali saya lupa hari ini hari apa dan tanggal berapa. Ya begitulah saat liburan kita seringkali lose track of time.

Memang benar saya belum banyak melakukan apa-apa. Selama 3 minggu ini mungkin saya lebih banyak tinggal di rumah, hanya 2 kali pergi ke Denver untuk belanja kebutuhan sehari-hari dan juga bahan-bahan untuk pesta. Selebihnya hanya keliling kota, bertemu dengan Kano, mendatangi teman-teman dan kampus. Saya belum berwisata karena menunggu seorang teman lama masa kuliah yang akan main ke Fort Collins dan nanti akan bersama-sama mengunjungi beberapa tempat wisata dan taman nasional.

Walau belum banyak mengunjungi berbagai tempat, waktu sepertinya berlalu sangat cepat. Sudah lebih dari setengah masa liburan saya terlewatkan, akhir bulan nanti saya sudah harus kembali lagi ke tanah air. Benar seperti dikatakan orang-orang, waktu itu sangat relatif. Seperti misalnya jika kita melihat paket-paket liburan, contohnya paket liburan ke Italia, Perancis dan Spanyol. 11 hari 10 malam sekian puluh juta Rupiah per orang. Teman-teman bilang itu murah karena 11 hari, semua sudah termasuk dari tiket pesawat, penginapan dan makan. Padahal kalau dipikir-pikir 11 hari 10 malam itu sama sekali tidak lama. Apa sih yang dapat dilakukan dalam kurun waktu itu di 3 negara? Hanya melihat-lihat lalu pindah, tidak benar-benar mengalami! Nah ini bedanya dengan liburan yang saya sukai. Saya tidak ingin hanya melihat tempat-tempat tertentu, mengambil foto lalu pindah ketempat lain dan melakukan hal yang sama di berbagai tempat. Kalau hanya untuk berkata bahwa saya sudah pernah kesitu, bagi saya itu tidak cukup. Untuk bisa mengalami tentunya saya harus menciptakan ikatan antara diri saya dengan tempat yang saya datangi. Ikatan itu dapat berbentuk menjalani rutinitas bersama orang-orang setempat, menikmati keseharian seperti yang mereka lakukan, hidup seperti mereka dan berpartisipasi dengan kebiasaan mereka. Nah yang seperti ini memang sangat mahal dan perlu persiapan yang sungguh-sungguh. Kalau saya mau ke Belanda atau ke mana misalnya dan benar-benar mau meng"alami"i, tentunya tidak hanya sekedar mengunjungi beberapa jam atau hanya beberapa hari saja di sana.

Beberapa waktu yang lalu saya melihat beberapa orang teman yang melakukan Ziarah di Eropa dengan berjalan kaki. Namanya The Camino de Santiago, atau dalam bahasa Inggris The Way of St. James dan dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Jalan Santo Yakobus atau Ziarah Santo Yakobus. Ini adalah ziarah dengan berjalan kaki beratus-ratus kilometer tergantung rute yang dipilih dan berakhir di makam Santo Yakobus di Spanyol. Katanya ada jalur yang dimulai dari Perancis dan berakhir di Katedral Santiago de Compostela, tempat dimakamkannya Santo Yakobus Rasul Tua yang kalau di Kitab suci disebut sebagai anak dari Zebedeus. Nah, saya pikir jika ingin benar-benar berziarah, ini salah satu contoh yang saya minati karena di sini saya akan dapat menghadapi berbagai tantangan, mengalami hidup dengan berjalan kaki selama berhari-hari bahkan kalau mau, dapat selama berbulan-bulan dari Perancis. Kalau ingin tahu bagaimana hidup penduduk pedesaan tentunya harus hidup di desa, bukan?

Kembali ke obrolan saya tentang waktu dan bagaimana menghabiskan masa liburan, saya memang belum kemana-mana. Yang saya lakukan adalah "hidup" di Fort Collins, well, dalam hal ini sebetulnya hidup di Windsor, nama kota yang berdampingan dengan Fort Collins dimana saya tinggal selama 6 minggu. Saya memang benar-benar hidup di sini, bangun pagi, kedinginan, membuat kopi bahkan masak untuk sarapan, makan siang, dan makan malam, belanja kebutuhan sehari-hari, pergi membeli air minum dan lain sebagainya kecuali mengisi bensin karena kebetulan mas Aris memiliki Tesla, kendaraan listrik yang tidak membutuhkan bahan bakar. Sejak hari Rabu kemarin Mas Aris mulai masuk kerja, jadi saya juga ikut "kerja" walau hanya mampir ke Braiden, ikut sarapan gratis, bertemu Kano yang bekerja di situ lalu saya meminjam kendaraan mas Aris untuk kegiatan lain seperti mengunjungi teman-teman, belanja dan lain sebagainya. Begitu kegiatan saya selama liburan disamping kadang-kadang jalan kaki baik disekitar rumah maupun kampus. Udara dingin yang seringkali menghalangi saya untuk keluar rumah karena sepertinya tubuh ini sudah tidak lagi terbiasa dengan suhu yang berkisar sekitar titik beku.

Waktu memang selalu bergerak dengan normal, tidak pernah berhenti, melambat atau mempercepat, selalu konstan. Itu yang saya tahu. Tapi seringkali kita tidak merasa begitu. Walau bergerak dengan normal, kita bisa saja merasa jarum jam bergerak lebih lambat dan merasa segala sesuatu bergerak dengan slow motion karena katanya itu yang dinamakan dengan relativitas karena otak membuat kita merasa waktu bergerak lebih lambat terutama ketika dalam keadaan darurat atau bahkan ketika kita sedang bosan. Ini konon katanya merupakan efek psikologis. Saya tidak tahu tepatnya bagaimana. Tapi jika saya meyakini konsep ini, maka selama 3 minggu terakhir yang saya rasa tidak "melakukan apa-apa" mungkin justru karena saya sangat menikmati waktu 3 minggu ini sehingga waktu seolah-olah bergerak terlalu cepat sehingga setengah masa liburan saya tiba-tiba sudah lewat. Mungkin akan berbeda jika saya dilanda kebosanan dan ingin cepat pulang ke Bandung, nah ketidaksabaran ingin pulang ini mungkin akan membuat otak saya merasa waktu bergerak terlalu lambat, seperti ketika saya sedang menanti saat-saat kepergian saya ke sini. Lucu juga ya.

Nah, saya masih ada 3 minggu lagi waktu yang tersisa. Beberapa hari lagi teman kuliah saya dulu akan berkunjung dan ini akan saya jadikan kesempatan untuk "jalan-jalan" ke nationl park, ke gunung, ke danau dan lain sebagainya. Saya akan pura-pura jadi tour guide sambil sekalian menikmati suasana liburan ala turis, mengujungi tempat-tempat tanpa benar-benar meng-alam-i, hanya sekedar datang, foto-foto, dan selesai lalu mengklaim bahwa saya "sudah kesana". Hahaha.. Hidup harus seimbang bukan, jika semua itu berhasil maka akan jadi lengkap liburan saya, yaitu mengalami, dan juga sebagai wisatawan! Tapi tetap saya berharap waktu tidak bergerak cepat-cepat. Saya masih ingin waktu bergerak lebih lambat karena saya masih belum mau kembali ke kenyataan! Hahahaha

You May Also Like