Matanya besar. Itulah hal pertama yang aku pikirkan saat melihat kedua kucing ini. Kedua matanya tampak besar dan cantik, perutnya cukup gendut juga sih. Anta memiliki ekor yang pendek karena agak bengkok, sedangkan Riksa ekornya panjang dan lurus. Warna keduanya sangat mirip. Wajahnya cukup berbeda jika diperhatikan dengan seksama. Kelopak mata Anta agak lebih rendah, jadi tatapannya seperti lebih tenang ke lesu. Sedangkan Riksa matanya besar dan seperti melotot.
Aku dan keluargaku belum cukup berpengalaman dalam merawat anak kucing tanpa ibu. Kami sempat sekali merawat bayi kucing yang benar-benar baru lahir dan ditinggalkan ibunya. Ibu kucing itu sendiri sudah menjadi kucing peliharaanku, yang entah kenapa anaknya ditinggal begitu saja setelah ia lahirkan. Sayangnya tidak ada di antara para kucing itu yang selamat. Ketika kami terima, Anta dan Riksa sudah cukup besar, ya masih kecil tapi ngga baru lahir banget juga. Jadi perlakuannya pun berbeda dengan bagaimana kami memperlakukan bayi kucing yang dulu itu.
Hal yang perlu kami lakukan terhadap Anta Riksa adalah memberinya susu, memastikan mereka hangat, dan membantu mereka buang air besar serta buang air kecil. Aku cukup terkejut ketika tahu kalau buang air besar dan buang air kecil pun mereka masih perlu dibantu, dan setelah beberapa lama diamati pun jika tidak dibantu ya mereka tidak akan buang air besar atau kecil. Itu pun harus selalu dilakukan setiap sebelum minum susu, karena kalau tidak mereka akan merasa kembung.
Proses memberikan susunya pun cukup sulit. Karena tidak ada induknya, mereka perlu dibantu diberi susu dengan botol dan dot. Awalnya agak sulit karena mereka belum terbiasa, jadi perlu diteteskan disamping mulutnya agar mereka menjilat sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai bisa beradaptasi dan bisa menghisap dot-nya dengan mudah. Ketika mulai terbiasa, mereka semakin banyak minum susu. Sehingga mereka pun semakin bertambah gendut lagi.