Waktu tidak berulang seperti saat kita melihat jam dinding yang bulat atau jam digital yang kotak ini. Nol sampai dua puluh empat yang terulang setiap hari itu bukanlah waktu. Itu adalah periode. Makanya ada istilah periode ulang.
Jadi waktu itu bagaimana bukan selain dari garis lurus menerus ada awal ada akhir. Melalui periode ulang beberapa kali, beberapa hari, hingga saatnya nanti. Seperti atomic essay ini. Setiap hari di jam yang sama.
Konsistensi dan ketepatan pada setiap titik periode ulang, secara menerus. Contohnya, setiap pagi jam tujuh menulis esai singkat setelah setiap pagi jam enam meregangkan badan. Tepat waktu. Karena tidak pernah ada waktu yang tepat, yang ada hanyalah tepat waktu.
Kalau kita tidak mengisi waktu yang lurus ini, tidak apa-apa. Alur terus berjalan dan peran selalu terisi. Ada orang lain koq yang mengisi peran yang tidak dipenuhi oleh kita. Inilah kebebasan waktu, bisa diambil atau tidak, dengan konsekuensi yang selalu berulang.