5 elemen utama, Ruang, Udara, Api, Air dan Tanah masing-masing terwakili oleh jari-jari di tangan ini. Ibu jari mengoneksi ke elemen Api/Agni, jari telunjuk ke elemen Udara/Vayu, jari tengah ke elemen Ruang/Akash, jari manis ke elemen Tanah/Prithvi dan jari kelingking ke elemen Air/Jal.
Dalam yoga ada yang disebut Mudra, yaitu gestur tertentu yang dilakukan dengan melibatkan telapak tangan dan jari-jarinya untuk menyalurkan energi di tubuh. Mudra dan energinya itu terkait pula dengan energi dari 5 elemen utama itu.
Ada lebih dari 100 jenis mudra yang telah dikenal sejak ratusan tahun lalu, yang kini bisa ditemukan dengan mudah informasinya di mesin pencari.
Mudra biasanya ditambahkan selagi melakukan meditasi untuk mengarahkan energi di tubuh sesuai kebutuhan pada saat itu. Ada mudra yang meningkatkan konsentrasi, meningkatkan intuisi, meningkatkan kerja sistem pencernaan, mengaktifkan pusat energi di tubuh, dan lain sebagainya.
Pada dasarnya dari kelima elemen utama itu bisa digolongkan menjadi 3 bagian besar, yaitu :
1. Energi yang terpusat dan berada di tengah-tengah tubuh yaitu elemen Api.
2. Energi yang berada di bawah dan mengarah ke bawah, yaitu elemen Air dan Tanah.
3. Energi yang berada di atas dan mengarah menyebar ke atas yaitu elemen Udara dan Ruang.
Sekitar 3 tahun lalu saat sedang bermeditasi, tanpa sengaja energi dari jari-jari ini tereksplorasi pada saat momen kesadaran napas. Momen hening yang memusatkan perhatian pada napas memang membuat kepekaan bertambah. Perubahan energi yang terjadi saat mengaktifkan satu jari tertentu dan jari lainnya akan dapat dirasakan dan dibedakan satu persatu. Lewat pengalaman itu aku dapat memahami bahwa napas memiliki arah dan bagian tersendiri terhadap ruang pada tubuh menurut elemen-elemen itu dan jari-jari tangan yang mewakilinya.
Jadi apabila kita bernapas sembari mengaktifkan satu jari tertentu baik satu jari itu yang terlepas sementara yang lain tergenggam atau sebaliknya satu jari itu tertekuk sementara yng lainnya terlepas, maka akan terjadi aliran energi napas tertentu ke bagian tubuh tertentu.
Dalam Pranayama, energi napas atau Prana juga sejak dahulu memang diketahui memiliki fungsi yang berbeda-beda karena perbedaan karakter gerak anginnya.
Ada 5 jenis Vayus atau angin ini yaitu :
1. Prana Vayu, aliran energi napas yang mengarah ke dalam, ke area dada dan berfungsi sebagai pemberi energi kehidupan, vitalitas, pernapasan, sistem sirkulasi motor sensorik, suhu tubuh, perasaan, dan pikiran.
2. Udana Vayu, aliran energi yang mengarah ke atas, ke area tenggorokan hingga kepala dan berfungsi untuk kemampuan berbicara, mengingat, keseimbangan, penginderaaan dan kecerdasan.
3. Samana Vayu, aliran energi napas yang berpusat di tengah, di area perut sebagai penyeimbang 4 vayu lainnya dan berfungsi untuk sistem pencernaan, sistem distribusi, integrasi dan menutrisi tubuh.
4. Vyana Vayu, aliran energi yang menyebar ke seluruh tubuh ke tepiannya atau aura dan berfungsi untuk sistem saraf, pergerakan tubuh, sistem sirkulasi, detak jantung, juga sistem persendian dan otot.
5. Apana Vayu, aliran energi napas yang mengarah ke bawah, berada di bawah, di area panggul hingga kaki dan berfungsi untuk sistem pembuangan dan seluruh energi pelepasan lainnya seperti menstruasi dan melahirkan.
Dari pengalamanku saat membedakan pengaruh jari tangan terhadap arah energinya dapat dijelaskan bahwa :
1. Jari jempol memberi aktivasi pada elemen Api, Manipura/Solar Plexus Chakra, dan Samana Vayu, jika dilakukan saat latihan pernapasan akan membantu dalam proses menahan napas. Saat menggenggam jari jempol, napas akan berubah jadi sangat pelan, halus dan sangat kecil amplitudonya hingga seperti nyaris tak bernapas, seolah napasnya terkumpul ke tengah. Sementara jika aktivasinya dengan menunjukkan jempol dan menggenggam jari lain akan membuat tarikan napasnya seperti mengembungjan paru-paru dari dalam.
2. Jari telunjuk mengaktivasi elemen Udara, Anahata/Heart Chakra dan Prana Vayu. Mengaktifkan jari telunjuk akan membantu saat melakukan tarikan napas dan secara khusus mengarahkan energi tarikannya ke sisi depan tubuh. Efek dari aktivasi ini seperti meluaskan bidang dada, membuka area depan tubuh bagian atas.
3. Jari tengah mengaktivasi elemen Ruang, Visuddhi/Throat Chakra dan Udana Vayu. Meluruskan jari tengah akan membantu tarikan napas dan secara khusus mengarahkan napasnya ke sisi belakang tubuh dan memberi efek seolah meninggikan leher belakang hingga ke puncak kepala. Sementara jika menekuk jari tengah akan mengarahkan napas seperti meninggi dari dalam di tengah leher.
4. Jari manis mengaktivasi elemen Tanah, Muladhara/Root Chakra dan Apana Vayu. Meluruskan jari manis akan membantu proses embusan napas dan mengarahkan energinya ke sisi belakang tubuh dari arah punggung bawah hingga ke tulang ekor.
5. Jari kelingking mengaktivasi elemen Air, Svadhistana/Sacral Chakra dan Vyana Vayu. Meluruskan jari kelingking akan membuat tarikan napasnya seperti membuat seluruh tubuh bernapas dan teraliri energi, sementara embusan napas akan terasa terkonsentrasi dan mengarahkan energinya ke sisi depan bagian bawah, ke area perut dan rongga panggul.
Dengan mengetahui adanya makna dari tiap jari ini maka dapat menggunakannya sebagai alat bantu dalam melatih napas atau mempergunakannya saat perlu. Misalnya saat sembelit, bisa melakukan kesadaran napas dengan mengakses Apana Vayu dengan mengaktifkan jari manis saat bernapas. Atau saat ada gangguan pada pencernaan bisa mengakses Samana Vayu dan mengaktifkan jari jempol.
Sederhananya bisa juga melihat lokasi problemnya, terjadi di bagian tubuh atas, tengah atau bawah. Lalu pergunakan napasnya sebagai alat bantu untuk mengakses bagian tubuhnya sesuai dengan fungsinya masing-masing. Namun jangan percaya begitu saja sebelum mencoba sampai merasakannya sendiri.
Semoga bermanfaat ☺🙏🏼
Wah baru baca nih yang ini... Saya baru tau sedikit sekali tentang Mudra... Ini satu lagi misteri tubuh kita yang belum dipahami. Tapi saya jadi paham juga kenapa masyarakat tradisi banyak menari dan tari-tarian banyak sekali mengolah gerak jari jemari... Keren ya... 👍🏼😃
Tubuh ini memang menarik kak, sekali menyelam ke dunia sebelah dalam ini ga habis-habis terpesonanya. 😁