AES093 - Musik Mengimitasi Sekitarnya
Ara Djati
Thursday December 26 2024, 2:27 PM
AES093 - Musik Mengimitasi Sekitarnya

Kemarin aku menonton video menarik mengenai teori seorang komposer musik dari Czechia, Leoš Janáček. Dia memperhatikan bahwa, dalam nada bicara setiap orang, ada melodi tertentu yang bisa ditranskrip menjadi not balok dalam tangga nada heptatonik. Dia mendedikasikan banyak waktu hidupnya untuk mencari tahu lebih banyak soal ini. Dia mempelajari perbedaan melodi dalam tiap orang, dalam tiap emosi. Bahkan, dia mencatat transkrip dari kata-kata terakhir yang diucapkan anaknya sebelum meninggal.

Semua transkrip ini bisa kita mainkan dalam alat musik heptatonik. Tidak semuanya terdengar enak di telinga. Tapi, dengan mempelajari pola-polanya, Janáček bisa mengimplementasikannya ke dalam musik yang ia tulis. Lagu-lagu opera karangannya memiliki melodi yang tidak tradisional, tapi bisa membuat tokoh-tokoh dan dialognya terasa lebih nyata dan hidup. Kebanyakan  musik di teater terdengar sintetis, membuat kita sulit memahami apa yang sesungguhnya ingin dikatakan. Mungkin karena memang terlalu artifisial. Janáček, menariknya, bukan mau membuat musiknya jadi fantastis, tapi jadi mendekati kehidupan nyata.

Sebelum mendengar tentang riset Janáček, aku juga sudah memperhatikan sendiri bahwa ada pola-pola dalam melodi-melodi di sekitarku. Kalau ibuku marah, dia akan mengakhiri kalimatnya dengan not yang kena accidental, satu half-step lebih rendah dari seharusnya. Aku jadi tahu kenapa temanku mengatakan kata-kata tertentu dengan infleksi dan melodi tertentu, setelah mendengar anggota keluarganya yang lain menggunakan infleksi dan melodi yang sama. Saat mengisi air di botol minum, aku tahu kapan dia sudah penuh, tanpa harus melihat. Dia selalu berada di kepenuhan ideal saat aku mendengar not A, atau mungkin A#.

Tapi, aku jadi penasaran: sejauh apa perbedaan melodi-melodi ini dalam berbagai bahasa? Bagaimana dengan bahasa-bahasa tonik, seperti Mandarin? Apakah burung di Selandia Baru berkicau dalam kunci yang berbeda dengan burung di Jepang? Bagaimana dengan tokek? Kucing? Paus? Seberapa banyak musik mengimitasi dunia sekitarnya? Nanti, kalau aku sudah tahu lebih banyak tentang bahasa dan budaya dan musik, aku ingin sekali mencari tahu tentang ini dan melanjutkan riset Janáček dalam berbagai bahasa.