Tidak terasa hanya seminggu kurang tersisa dari waktu kami di sini. Tiap hari rasanya ada kerjaan ide baru yang muncul, yang kapan-kapan akan dikerjakan.
Aku belum menyelesaikan keranjang anyamanku. Aku perlu minta diajari Pak Yadi atau Bu Ud...
Comments
1 Likes
Di hari-hari awal kami tiba di Ngadiprono, kami lewat di depan rumah berpintu biru dengan seorang bapak dan ibu sedang duduk menganyam keranjang. Aku sangat tertarik melihatnya. Tapi, waktu itu, kami masih malu-malu.
Sore hari, di saat eksplorasi...
1 Comments
2 Likes
Mas Yudhi datang menjemput kami naik mobil, jam dua kurang sore kemarin. Sepanjang perjalanan, dia bercerita tentang Spedagi dan ogoh-ogoh yang ada di samping jalan dan tentang Pak Singgih. Dia bercerita tentang bagaimana Pak Singgih terus-menerus...
2 Comments
6 Likes
Sudah dua minggu penjelajahan, mengurus rumah dan membagi tugas antara kami berenam saja. Mulai terlihat betapa segala hal yang kami lakukan ada dampaknya.
Harus rajin mencuci baju, kalau tidak akan repot mencari tempat di jemuran. Senang sekali...
1 Comments
5 Likes
Waktu aku membuat proyekku di semester lalu tentang kalender dan persepsi waktu, aku sedikit-sedikit mendengar tentang Pranoto Mongso, sistem perhitungan kalender tani di Jawa. Bagan yang kutemukan di internet berbentuk layangan jungkir balik...
3 Comments
3 Likes
Ketika kami ke tempat Mbak Siska, dia bercerita banyak sekali soal proses di balik Pasar Papringan dan soal kehidupan di kampung. Katanya, yang namanya "slow living" itu hanya bisa dinikmati oleh orang-orang berprivilese. Kenyataannya, di desa,...
3 Comments
7 Likes
Tanggal 10 Mei, selepas gereja dan makan siang, kami pergi ke Universitas Balakarta di Salamsari, di sebelah selatan Ngadiprono. Universitas Balakarta bukan universitas. Dia adalah inisiatif gagasan Mas Atfi utnuk meningkatkan akses literasi dan...
2 Comments
2 Likes
Karena letak Dusun Ngadiprono yang terpencil dan terpojok, sulit bagi kami untuk ke mana-mana. Akses keluar-masuk hanya ada satu, di Barat (orang-orang di sini, termasuk anak kecil, menariknya menggunakan arah mata angin sebagai petunjuk). Semua...
Comments
2 Likes
Bangunan-bangunan di kota Temanggung terlihat seperti terjebak dalam waktu. Toko swalayan, rumah-rumah besar dengan lapangan luas dan tirai bambu dan lampu gantung, kayu ukir di ambang pintu. Kami berjalan siang-siang pulang dari gereja ke titik...
3 Comments
3 Likes
Sebagai fokus pengamatanku selama penjelajahan ini, aku ingin mempelajari bagaimana warga Ngadiprono menggunakan bambu dalam kehidupan dan keseharian mereka.
Kata Mas Ahmad, yang di awal memperkenalkan kami pada dusun ini, bambu adalah bagian dari...
Comments
Likes