Karena tidak memiliki apa-apa, maka berani maju menerjang meregang mencapai impian memenuhi panggilan. Karena sudah memiliki semua, maka berani maju menerjang meregang mencapai impian memenuhi panggilan. Karena sudah memiliki namun belum semua, maka diam terjebak di tengah.
Ingin maju takut kehilangan yang sudah dimiliki. Ingin menerjang belum memiliki semua yang diinginkan. Jebakan ruang tengah, penuh tidak kosong pun tidak. Tidak maju maju, tidak maju maju, tidak majuuu majuuuu.. Jadi keinget nyanyian satir WS Rendra waktu demo & orasi.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
MAJU
Idenya begini, seperti dalam puisi Chairil Anwar ini. Namun takut menyatakan ide ini. Takut, karena sudah memiliki sesuatu. Takut, karena belum memiliki semuanya. Yang di tengah pun diam. Dijebak dirinya sendiri.