Sepertinya saya akan baik-baik saja. Memang harapannya begitu. Toh sebetulnya jika dipikir-pikir hanya memindahkan barang-barang. Kesulitannya hanya sekedar dimana barang-barang itu akan berada. Pergi bersama saya, pergi bersama Kano suatu waktu nanti, ditinggal di suatu tempat untuk kemudian suatu waktu nanti dijemput atau dikirim. Maslaah yang terbesar hanyalah waktu yang terbatas dan kemampuan memilah secara cepat.
Itu semua adalah problematik bagi mereka yang pindah rumah. Menyebalkan memang, tapi ya begitulah hidup, kadang banyak hal yang tidak mungkin dihindari. Hampir semua orang yang saya tanya mengatakan hal yang sama," Moving sucks!" Hahaha.. ya begitulah.
Hari oini saya lebih banyak menfokuskan ke Kano. Anak ini memang memiliki speed sendiri dan saya punya tingkat kesabaram yang rendah. Banyak hal yang harus saya tinda karena Kano juga punya prioritas sendiri. Hari ini kami berdua, Kano dan saya karena ibunya bekerja hingga malam hari, mengurus jaringan telepon. Saya yang tidak mau membayar untuk plan 3 bulan, karena hanya akan dipergunakan 1 bulan saja, terpaksa ganti provider. Kano yang akan menetap memilih provider yang baik, bukan yang pra bayar seperti saya. Nah itu butuh waktu juga, hampir 2 jam untuk mengurusnya hingga selesai. Saya yang dirumah banyak pekerjaan jadi agak terbengkalai. Tapi jika diperhatikan, sepertinya lebih dari 50% sudah tertangani, jadi masih ada wkatu untuk menyelesaikan semua itu.
Terus terang yang saya inginkan adalah semua ini berkahir dan saya bisa mulai dengan hal-hal lain hyang lebih penting. Masih harus memilih perusahaan pengiriman barang dan juga mencari tiket untuk pulang. Yang terakhir tidak terlalu sulit, hanya perlu memilih rute yang efisien. Jika haru melakukan perjalanan hingga lebih dari 30 jam, memang buat kami agak kewalahan juga, tapi itu semua bisa kami putuskan nanti.
Hal lain yang saya inginkan adalah menghabiskan lebih banyak waktu bersama Kano dan para sahabat. Teman-teman kerja dan saya sudah merencanakan untuk kemping di gunung di bulan Juli. Selama saya tinggal di sini belum pernah melakukan kemping. (Bahasa Indonesianya begitu kah? Camping jadi kemping? Atau mungkin lebih tepat berkemah)
Hal berikutnya adalah rencana untuk menyampaikan pengunduran diri saya dari pekerjaan. Ini akan menjadi peristiwa yang sangat emosional karena saya sangat menyukai pekerjaan ini. Seandainya saja kondisi ini tidak ada, kemungkinan besar saya akan terus menjalani pekerjaan saya hinga masa pensiun, suatu waktu nanti. Ini pekerjaan yang paling mudah dan juga cukup menyenangkan, mungkin juga ini termasuknya pekerjaan saya yang paling lama pernah saya pegang. Rata-rata pekerjaan saya tidak pernah lebih dari 5 tahun. Sesudah 5 tahun biasanya saya kehilangan semangat karena biasanya tantangan yang saya hadapi menjadi sangat berkurang sehingga pekerjaan saya tidak lagi menarik. Biasanya itu alasan saya untuk mengganti pekerjaan.
Kemarin pagi ketika saya berjalan kaki menuju kantor, pikiran saya penuh dengan berbagai skenario penyampaian alasan pengunduran diri saya. Sebetulnya alasan sangat sederhana, dan mudah untuk disampaikan, tapi tentang bagaimana saya mengemasnya sehingga menjadi sesuatu yang baik dan cocok untuk disampaikan secara prefesional, itu ceritanya berbeda. Rencananya saya akan enyampaikan itu menjelang libur hari kemerdekaan Amerika, hari Rabu minggu depan. Alasannya sesudah saya menyampaikan itu, saya tidak perlu berjumpa boss selama beberapa hari sebab kantor libur sejak hari kamis hingga nanti kembali bekerja hari Senin.
Bagaimana nanti tanggapan boss, saya tidak tahu. Mudah-mudahan semuanya akan lancar. Sementara itu saat ini saya masih panyak sekali pekerjaan yang harus diseesaikan agar hari Minggu nanti saya bisa selesai. Saya akan baik-baik saja. Ini merupakan harapan sekaligus juga janji 
Foto credit: purepng.com