Masih soal menulis. Disamping mencari ide, masih banyak hal-hal teknis yang seringkali manghambat, terutama soal waktu. Ada perbedaan waktu 13 jam yang sering menghambat. Iya, beda antara waktu Indonesia Barat dan tempat saya tinggal adalah 13 jam, di awal bulan Nopember nanti malah akan berubah menjadi 14 jam karena ada istilah daylight saving time. Bulan Maret jam dimundurkan 1 jam, lalu bulan Nopember dimajukan 1 jam. Ini tujuannya untuk memaksimalkan siang dan malam karena di musim Gugur hingga awal musim semi malam lebih panjang dari pada siang sehingga jam dimajukan. lalu sesudah musim Semi hingga ke Musim gugur lagi siang lebih panjang, jadi jangan heran di sekitar bulan Juli matahari terbenam hampir jam 9:30 malam. Nah jadi masuk akal kalau pada saat itu jam kembali dimundurkan 1 jam. Saya suka kasihan sama yang menjalankan ibadah Puasa, sebab bisa puasa lebih dari 16 jam sehari!
Nah perubahan hari di Indonesia bertepatan dengan pukul 11 pagi di tempat saya, dan itu adalah waktu sedang sibuk sibuknya di tempat kerja. Bulan Nopember nanti malah perubahan hari di jam 10 pagi karena jam dimajukan sehingga bedanya 14 jam. Nah seringkali saya berpikir bahwa kemarin saya sudah menulis, jadi hari ini saya masih punya banyak waktu. Saya tidak sadar bahwa saya menulis sebelum jam 11 kemarin, jadi sekarang saya punya waktu hingga jam 11 juga karena kalau saya tunggu hingga lewat jam 11 maka di Indonesia sudah memasuki hari yang baru! Bolong deh! Salah satu cara untuk menanggulangi itu adalah dengan menulis di sore hari sebab saya sudah di rumah dan tidak ada beban pekerjaan kecuali urusan domestik. Namanya komitmen, ya tetap komitmen! Tidak bisa diabaikan. Kalau tenggat waktu terlewat lalu saya menjadi merasa bersalah! Ini perasaan yang kemudian timbul sesudah menulis menjadi kebiasaan. 100 hari itu mengubah kebiasaan orang ternyata. Seingat saya kak Andy atau bang Ahkam pernah menulis soal berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan kebiasaan. Saya tidak ingat siapa yang menulis tapi saya yakin saya pernah baca itu di salah satu essay.
Eniwei, (ini bahasa apa ya hahaha), ada satu hal yang saya sukai dengan kebiasaan menulis ini. Ide timbul lalu menciptakan sebuah kesempatan, dorongan dan keharusan untuk mencari informasi, data dan fakta untuk mendukung ide itu! Artinya setiap saya mau menulis sesuatu yang serius, tidak cuma cerita atau ngobrol ngalor ngidul seperti sekarang ini, saya harus belajar atau mempelajari sesuatu! Nah di situ titik kekerenannya! Ada ide, kita lalu cari informasi pendukung, dan jaman sekarang mencari itu sangat mudah karena tinggal menuliskan kata kunci di google, misalnya, lalu kita bisa mencari dari ribuan unggahan yang menampilkan segala informasi yang kita butuhkan! Jaman sekarang dalam hal ini memang asyik.
Saya jadi ingat jaman dulu ketika sedang menulis skripsi. Saya harus mencari data ke Jakarta ke badan statistik nasional dan perpustakaan Asean. Nah buat mahasiswa yang miskin, kere dan kurus kering seperti saya, berpergian ke jakarta itu bukan urusan sederhana. Saya harus nabung membeli tiket kereta atau bus ekonomi yang paling murah, mempersiapkan bekal untuk makan di jalan dan menghitung biaya transportasi ke daerah Kuningan (kalau tidak salah, saya sudah lupa) dan juga memperhitungkan waktu karena kalau salah hitung tiket yang sudah dibeli hangus karena ketinggalan kereta. Sebagai orang Bandung yang jarang ke Jakarta ini bukan sebuah petualangan yang mudah karena saya sama sekali tidak tau arah dan buta jalur metromini yang menurut saya pada waktu itu paling murah ongkosnya!
Mungkin kebiasaan "perpetualang" ke tempat-tempat yang tidak saya kenal membuat saya berani di masa masa selanjutnya untuk bepergian ke mana-mana! Seperti pernah saya ceritakan dulu di blog saya yang lain, pernah berpetualang ala semi backpacking ke 13 states di Amerika dan hanya 2 malam nginap di hotel, sisanya nginap di rumah teman, di rumah saudara teman (yang belum pernah berjumpa seumur hidup), atau tidur dalam perjalanan di kereta dan bus! Itu saya lakukan dalam 3 minggu perjalanan yang seru dan penuh cerita. Cerita-ceritanya masih saya simpan dan belum saya jadikan blog perjalanan. Mungkin suatu waktu nanti.
Nah kembali ke urusan menulis, saya saat ini masih punya 10 menit dan dalam waktu 10 menit itu saya harus ada di sebuah tempat untuk menghadiri pertemuan dengan presiden universitas (istilah rektor di sini) dan juga harus mengunggah tulisan ini. Jadi maafkan jika isinya haya sekedar telling, belum showing sesuatu yang bermakna! Akhir pekan ini buat saya adalah akhir pekan yang panjang, long weekend, mudah-mudahan ada sebuah ide menulis yang lebih bermakna yang bisa saya ungkapkan di atomic essay Smipa. Semoga!***
Ditunggu tulisan tentang pengalaman backpacking ke 13 states itu, Pak Jo. Baca sedikit ini aja sudah seru banget kedengarannya...