AES #43 Nih, cerpenku 7
Jose
Friday September 24 2021, 1:14 PM
AES #43 Nih, cerpenku 7

Aku menatap anjing itu dan ia berjalan. Aku mengikutinya sampai gua tersebut semakin gelap. Aku takut tersandung dan terjatuh tetapi berusaha melihat di kegelapan. Aku berjalan dan terus berjalan sehingga menemukan cahaya. Anjing itu melihat cahaya itu dan lari. Akupun mengikutinya dan cahaya semakin terang. Aku keluar dari gua tersebut dan tiba di puncak sebuah gunung.

Gunung tersebut sangatlah tinggi, aku melihat pemandangan yang sangat indah dan tidak ada tempat lain yang seperti ini. Aku disana istirahat sejenak, menikmati udara segar dan pemandangan indah ini. Sebentar setelahnya, anjing itu menggonggong dan aku tahu, itu waktunya aku jalan lagi. Aku berjalan menuruni gunung, disana ada banyak binatang-binatang yang tidak dikenali. Bentuknya sangat aneh tetapi tidak terlihat berbahaya.

Kita berjalan jauh dan harus bermalam terlebih dahulu. Kali ini aku tidak merasa lapar, entah kenapa. Keesokan harinya, aku masih ditempat yang sama dan terus berjalan hingga sampai di sebuah rawa-rawa. Di sana banyak sekali nyamuk yang mengganggu, aku sangat kesal sehingga menutupi diriku dengan lumpur agar nyamuk tidak bisa menyedot darahku. Tetapi, ternyata ada lintah! Aku mencopotnya dan terus berjalan. 

Rawa ini terasa sangat luas dan tidak berakhir. Sudah dari pagi hingga malam, jalan di rawa. Badanku terasa sangat tidak nyaman karena kotor dan berkeringat. Aku ingin mandi. Karena sangat lelah, aku tertidur pulas di tumpukan daun. Keesokan harinya, aku terbangun karena anjing tersebut menggonggong. Aku persiapkan diriku dan mulai jalan lagi.

Di siang hari yang terik, permukaan yang seharusnya lumpur menjadi tanah keras. Rawa-rawa itu sudah berakhir, aku keluar dari neraka itu. Tetapi, sekarang aku berada di gurun pasir. Matahari sangat terik dan udara sangat panas. Sang anjing tetap berjalan tetapi aku mulai lelah. Di kejauhan, aku melihat ada suatu pohon, aku pikir, kalau ada pohon, artinya ada sumber air.