AES001 Terlalu Banyak Berpikir
aileenlais
Wednesday August 18 2021, 9:18 PM
AES001 Terlalu Banyak Berpikir

Suatu sore di percakapan WhatsApp bersama kak Andy.

"Aduh kak. Ga pede euy nulis. πŸ™ˆ Udah lama ngga nulis lg. Paling baru mulai lagi jurnal harian dengan bahasa ala2, ketularan anak2 ini jg. Ceritanya mau ngasih contoh pan. 🀣"

"Kalo ini mah tanda2 kebanyakan mikir Aileen... 😁"

Heiii.... dalam hati aku langsung menyangkal kata2 tersebut, masa sih kebanyakan mikir? Nggak mungkin lah... Apa bukannya kebalikannya karena ngga pernah mikir jadi bingung mau nulis apa? πŸ€”

Aku pikir aku orang yang santai, easy going dan males kalau disuruh mikir yang berat-berat. Pasti segala masalah berusaha dicari jalan keluarnya yang sesimpel mungkin, atau ya ga usah dipikirin aja, nanti juga kan pasti bisa beres sendiri. Hahaha... Mendadak mendengar jeritan orang-orang perfeksionis di belakang kepala. Ssssst....!

Oke sampai dimana tadi? Ah iya kebanyakan mikir. Aku jadi ingat kalau aku diajak Cheryl anak bungsuku untuk menggambar bersama aku biasanya akan menatap kertas kosong di hadapanku lama sekali sambil memikirkan ide untuk menggambar, sementara anak kecil itu dalam beberapa goresan sudah langsung menyelesaikan maha karyanya. Uh oh... πŸ˜…

Kuingat-ingat kembali masa kecilku, rasanya dulu bisa saja dengan mudah aku mengetik berlembar-lembar cerita, dan menceritakannya kembali dengan semangat kepada sepupuku melalui saluran telepon.Β  Tetapi kenapa sekarang untuk menulis beberapa paragraf kalimat saja rasanya sulit sekali?

Benarkah orang dewasa itu terlalu banyak berpikir? Terlalu banyak pertimbangan?

Tapi kan... Tapi kan... Aku sudah mencoba untuk melakukan meditasi untuk belajar membuang pikiran-pikiran negatif itu?! Sanggahku kembali.

Kutarik napas dalam-dalam dan mencoba merenungkan semuanya kembali.

Mungkin benar kata-kata kak Andy. Aku memang terlalu banyak berpikir. Terlalu banyak kekhawatiran.

Bagaimana jika tulisan yang aku buat pernah ditulis oleh orang lain sebelumnya? Bukankah jadi terkesan seperti plagiat? Bagaimana kalau tulisan yang aku buat tidak cukup bagus? Malu kan nanti sama anak-anak abegeh itu. Apalagi anak-anak semipalar yang biasanya tulisannya itu super bagus-bagus. πŸ™ˆπŸ˜… Bukankah orangtua harus memberi contoh yang baik buat anak-anak atau generasi yang lebih muda? Harus membuat tulisan yang bagus dan berbobot? Bagaimana kalau ternyata tulisan yang dibuat tidak memberikan pesan moral apa-apa?Β 

Aaah... Aaahh... Mungkin memang benar kata kak Andy.

Aku memang orang yang terlalu banyak berpikir... 🀣

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Seneng banget 'provokasi'nya berhasil. Terima kasih Aileen untuk posting pertamanya. Mudah2an isinya juga inspiratif buat teman2 yang masih terkendala di hal yang sama - terlalu banyak mikir... Semoga hambatan pertamanya terlewati... Ditunggu posting berikutnya. Mulai aja dari hal yang paling diminati.
πŸΌπŸ˜ŠπŸ‘
aileenlais
@aileenlais   5 years ago
#kembaliberpikirdidalamtempurung

🀣🀣🀣
curiolava
@mamakuri   5 years ago
aileen kena!
aileenlais
@aileenlais   5 years ago
Makanya kamu kutoel2 terus juga. Wkwkwkwkwk... 😜
admin
@admin   5 years ago
Mantap, Bu Aileen. Selamat untuk atomic essay pertamanya.
aileenlais
@aileenlais   5 years ago
Thank u pak ahkam.. 😊 ini essaynya perlu dikodein AES001 ga ya?
Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Kode AES itu kalau memang sudah diniatkan untuk menulis rutin. Kami2 yang menulis AES mencatatkan esai2 kita di Google Sheets - tautannya ada di laman Blog Warga. Jadi kita mencatatkan diri jadi penulis di sana, supaya esai2 tercatat dan terhitung. Semoga terinformasi. πŸ™πŸΌ
admin
@admin   5 years ago
Iya, tambahkan saja kodenya, Bu Aileen. Kode itu akan memberikan dorongan pada Bu Aileen untuk menulis tiap hari. Agar ada AES002, AES003, dst.
joefelus
@joefelus   5 years ago
hahaha... mantap ini! Selamat buat essay pertamanya! Kalau banyak yang dipikir justru akan ada banyak yang bisa situlis. Ambil satu dari banyak, lalu satu lagi dan lama lama jadi banyak. Gitu khan? hahahaha
aileenlais
@aileenlais   5 years ago
Amiiiin kalo emang bener begitu om joe. Tetapi bagaimana kalo tyt kenyatannya malah ambruk dan tumpah ruah jadi benang kusut? πŸ€”πŸ™ˆ Lol...
Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Na ini bisa jadi esai berikutnya. Bagaimana mengurai benang kusut... ☝🏼
aileenlais
@aileenlais   5 years ago
Kak Andy meuni pinteran nih mancingnya..
aileenlais
@aileenlais   5 years ago
Dari tadi reply delete karena masukin emoji ngga masuk, bingung. Padahal sebelumnya bisa. πŸ€” Test ya kak. Hahaha... Mo liat emojinya pada keluar ngga. Itu yg dipostingan saya cek di laptop keluarnya kurang sesuai harapan juga ternyata.
Lei
@lei   5 years ago
Yeaayy Aileen! 🏼🏼🏼
inteneka
@inteneka   4 years ago
Halo Bu Aileen, tulisan ini telah terpilih untuk dibukukan, mohon izin tulisan ini diterbitkan di buku 5 Atomic Essay Smipa Pecah Telor [AES001], semoga berkenan ya. Terima kasih. πŸ™πŸ»
aileenlais
@aileenlais   6 months ago
Siap kak Ine, maaf baru baca commentnya πŸ™πŸ»πŸ€£
Mediyana
@mediyana   8 months ago
Horeee..sang korlas legend-ku akhirnya pecah telor πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°
You May Also Like