Rio, Eka, dan Egi sudah bersahabat sejak kecil. Di sekolah SMA-nya yang sekarang mereka dikenal sebagai sahabat yang sangat harmonis, selalu bersama, dan pandai di berbagai bidang. Tidak pernah sekalipun mereka terlihat bertengkar atau bahkan berbeda pendapat. Namun sebenarnya yang terjadi diantara mereka tidak sepenuhnya harmonis. Yaaa memang sih mereka jarang bertengkar, tapi bukan karena semua baik-baik saja melainkan mereka saling memendam pendapat yang dimiliki. Sudah beberapa kali hal ini terjadi.
Seperti waktu itu ketika mereka kerja kelompok. Rio merasa tugas yang ia lakukan lebih banyak dibanding Eka dan Egi. Padahal tugasnya pun tidak membutuhkan kemampuan yang hanya dimiliki Rio, jadi sebenarnya bisa dibagi lagi. Tapi dia lebih memilih untuk tidak mengatakan kalau dia keberatan karena takut mereka jadi bertengkar.
Egi saat itu sedang memilih lomba 17an apa yang akan dia ikuti. Dia sangat ingin mengikuti lomba balap karung, apalagi rintangan dan aturannya lebih menantang dari lomba 17an tahun lalu. Tetapi Eka dan Rio sudah mendaftar ke lomba makan kerupuk dan terus mengajak Egi untuk mengikuti lomba makan kerupuk. Egi yang tidak mau menyebabkan perdebatan serta dianggap tidak kompak pun akhirnya mendaftar ke lomba makan kerupuk, dan akhirnya tidak menikmati keberlangsungan lomba.
Besok adalah hari yang ditunggu-tunggu Eka. Kelas mereka akan berlibur ke pantai selama 2 hari 1 malam. Perjalanan ini memang tidak wajib dan perlu mengeluarkan sedikit biaya pribadi juga, tapi Eka tetap ingin mengikutinya. Masalahnya Egi dan Rio malas mengikuti kegiatan itu. Kata mereka kegiatan ini hanya buang-buang waktu saja, belum lagi harus mengeluarkan uang pribadi. Setelah mengatakan itu mereka berdua langsung membuat rencana untuk ketiganya pergi ke mall di hari kegiatan itu dilakukan. Padahal Eka belum sempat mengatakan apapun mengenai pendapat dan keinginannya mengikuti kegiatan itu. Sedangkan Rio dan Egi menganggap Eka merasakan hal yang sama dengan mereka. Eka pun pasrah dan mengikuti saja rencana yang dibuat Rio dan Egi.
Pada akhirnya keharmonisan mereka terbentuk karena semua yang saling menutup perbedaan pendapat dan menjauhi konflik.
Argumen Mayoritas
Dobelli - Groupthink adalah sebuah kecenderungan untuk menjaga keharmonisan kelompok apapun yang terjadi. Dobelli menambahkan bahwa kecenderungan menghindari perbedaan dengan kelompok yang diikuti adalah sebuah tekanan psikologis mutlak dalam grup.