Cerita terinspirasi dari kisah nyata yang didramatisir menjadi fiksi dan merupakan adaptasi kisah dari Pak Syukri Albani
Sore itu saya membeli mainan mobil rakit versi tiruan dari produk Tamiya. Pedagang menawarkan dengan harga 40 ribu rupiah, saya bayar dengan 50 ribu, kembali 10 ribu. Namun ternyata ketika saya riset ulang, seharusnya harganya 32.500 jika beli di toko online. Mainannya pun ternyata punya kualitas seadanya bahkan warna mobilnya berbeda dengan yang seharusnya. Tapi tenang saja saya sudah ikhlas kok.
Akhirnya saya cerita ke istri bahwa mobil Tamiya KW yang saya beli dengan harga 40 ribu rupiah dibayar dengan 50 ribu dan kembali 10 ribu ini agak sedikit mahal karena seharusnya hanya 32.500 bila beli di toko online. Warnanya pun tidak sama dengan yang seharusnya. Tapi saya yakinkan istri saya, tenang saja saya sudah ikhlas tidak perlu khawatir.
Saya pun memutuskan berbagi cerita ini ke seluruh media sosial yang saya punya, saya tulis di story dan posting-an bahwa saya membeli mobil Tamiya KW dengan harga 40 ribu rupiah, dibayar dengan 50 ribu, kembali 10 ribu yang ternyata agak sedikit mahal karena seharusnya hanya 32.500 bila beli di toko online. Warnanya pun tidak sama dengan yang seharusnya. Tidak lupa saya yakinkan semua followers saya bahwa mereka tidak perlu khawatir karena saya sudah ikhlas.
Teringat hari ini saya belum menulis AES, maka saya putuskan untuk menceritakan hal ini ke rekan kerja saya di Semi Palar. Bapak Ibu dan teman-teman KPB, kemarin sore saya membeli mobil Tamiya KW dengan harga 40 ribu rupiah lalu saya bayar dengan 50 ribu dan kembali 10 ribu yang ternyata agak sedikit mahal karena seharusnya hanya 32.500 kalau beli di toko online. Warnanya pun tidak sama dengan yang seharusnya. Tapi kerabat kerja dan teman-teman semua tidak perlu risau dan ikut khawatir, karena saya sudah ikhlas sepenuh hati.
Saya pun merasa tenang karena sepertinya seluruh dunia tempat saya tinggal sudah tahu kalau saya sudah ikhlas perihal Tamiya KW dengan harga 40 ribu rupiah, dibayar dengan 50 ribu, kembali 10 ribu yang agak sedikit mahal karena seharusnya hanya 32.500 bila beli di toko online dan warnanya pun tidak sesuai dengan yang seharusnya.
Karena sudah tenang dan ikhlas, akhirnya saya putuskan membuka Youtube lalu mengetik nama Bapak Syukri Albani. Munculah video berjudul "Ikhlas Itu Lupa".