Di jagat raya, tidak ada yang berlawanan. Yang ada adalah semua berpasangan.
Cahaya pasangannya kegelapan
Sedih pasangannya gembira
Maskulin pasangannya feminim
Hidup pasangannya mati
Kehancuran pasangannya Penciptaan
Positif pasangannya negatif
Spiritual pasangannya materialisme
Dan bentuk dualitas lain yang tak terhingga jumlahnya.
Untuk bisa kembali melebur menjadi kesadaran tunggal yang melingkupi segalanya, yang dalam bahasa umum disebut Allah, Tuhan, Sang Hyang, Bapa, God atau apapun labelnya, jiwa harus mengalami semua dualitas yang berpasangan itu. Semua harus dialami sebagai bagian dari pengalaman rasa dalam proses evolusi kesadarannya.
Tidak ada jiwa yang bisa melebur dengan hanya mengalami satu sisi dualitas saja. Mengalami cahaya saja. Mengalami positif saja. Mengalami kebahagiaan saja dll. Karena kesadaran melampaui dualitas, perbedaan yang nampak hanyalah rupa rupa pengalaman kesadaran tunggal yang sama.
Untuk bisa bersaksi bahwa Aku Adalah Segalanya - maka aku yang sedang mengalami pengalaman keterpisahan dan dualitas (jiwa) harus mengalami menjadi segalanya.
Selamat merayakan pergantian tahun.
Bahwa rumah yang dituju, tempat ibadah yang diagungkan, jalan pulang yang dicari, ada didalam diri kita sendiri.
Foto Gobleg, sebuah desa kecil di Buleleng.
Dan memang dualitas kemudian muncul karena kerja pikiran manusia... 🙏🏼😊