AES 1049 Pulang
joefelus
Monday April 8 2024, 11:22 AM
AES 1049 Pulang

"You know, I hate the end! Especially if it's the good one." Kata saya sambil mengemudi. Yang langsung disetujui oleh Nina.

Kami dalam perjalanan pulang sesudah menghabiskan akhir pekan di kota kecil di sebelah Barat Daya dari Fort Collins. Kota yang terletak di daerah pegunungan yang terkenal karena hot springs-nya. Kami menghabiskan 2 malam di sana hanya sekedar untuk beristirahat dan menjauh dari rutinitas. Tidak memiliki banyak agenda, melakukan kegiatan sesukanya dan berendam di air panas alami sekehendaknya.

Pagi ini kami harus kembali. Sesudah sarapan kami pergi menghadiri misa. Kebiasaan sejak dahulu jika berada di kota yang baru pertama kali kami datangi, selalu mencari gereja. Ibu saya selalu mengingatkan untuk mengunjungi gereja yang belum pernah didatangi, berdoa di sana dan kata Ibu saya, biasanya doa-doa itu dikabulkan. Saya tidak mengharapkan apa-apa, tapi sangat menyukai kebiasaan ini. Melihat gereja yang belum pernah dikunjungi itu sangat menarik.

Setelah misa kami pergi mengunjungi kota lain karena Nina sangat menyukai creative district, kalau tidak salah itu salah satu topik riset untuk desertasinya. Saya yang suka berpergian dan mengemudi, tentu saja setuju, apalagi pergi ke daerah yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Ini jauh lebih menarik lagi. Nah nama kota kecil itu adalah Carbondale. Tidak terlalu jauh dari Glenwood, hanya 15 menit saja. Kotanya unik dan sangat kecil. Penduduknya hanya sedikit lebih dari 6000 jiwa. 4000 lebih sedikit daripada Glenwood Springs.

Saya sudah sering bercerita bahwa saya sangat menyukai kota kecil serta pedesaan. Jauh dari keramaian, kemacetan lalu lintas, polusi, hingar bingar bunyi kendaraan maupun pusat-pusat perbelanjaan. Saya lebih senang pergi ke padang hijau, sungai jernih bergemericik dari air yang mengalir serta bunyi burung-burung. Mall bukan tempat yang saya sukai. Saya lebih mencintai kedamaian daripada keramaian. Mungkin itu juga alasan saya untuk pergi ke Glenwood Springs.


Hari ini dengan sangat sedih kami harus kembali pulang. Anehnya ketika mengemudi untuk kembali ke rumah, waktu terasa sangat cepat. Ketika beberapa hari yang lalu saya pergi, sepertinya butuh waktu sangat lama. Hari ini ketika pulang sebetulnya banyak kemacetan, kami malah sempat berhenti di beberapa tempat untuk menikmati keindahan. Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika berhenti di Vail, ini nama kota sangat kecil tapi sangat indah karena seolah-olah berada di sebuah kota kecil di dataran Eropa. Sangat indah apalagi kemarin di daerah ini turun salju jauh lebih lebat daripada di Glenwood Springs. Kalau saya perhatikan setidak-tidaknya lebih dari 15 cm. Ketika kami kunjungi benar-benar seperti memasuki winter wonderland. Gedung-gedung yang unik dan indah dikelilingi pohon pinus yang daun-daunnya tertutup salju. Sungguh saya merasa berada di dalam mainan anak-anak snow globe! Luar biasa indahnya. Kalau teman-teman pernah nonton film-film Halmarks yag bertemakan Natal, nah seperti itu indahnya. Kamera kami tidak cukup baik untuk mengabadikan keindahan di sana.


"Jo, jalan macet, kita cari jalan-jalan kecil aja yuk." ajak Nina. Yang tentu saja saya setujui, semakin banyak tempat baru yang bisa dikunjungi semakin baik. Semakin tertunda kepulangan kami juga semakin menyenangkan. saya tidak ingin buru-buru sampi di rumah lalu mulai bergelut dengan kegiatan sehari-hari lagi.

"Lotere 1,3 milyar dollar udah ada pemenangya loh.  Kalau engga salah pemenangnya di daerah Oregon." Kata saya. Lalu sambil mengemudi saya mulai melamun. Jika saya punya banyak uang seperti itu, apalagi sampai milayran Dollar, saya akan keliling dunia. Tinggal di satu kota ke kota lainnya. Adakalanya saya merasa tidak ingin pulang walau saya tahu rumah itu sangat penting untuk semua orang. Persis seperti pribahasa berkata, sejauh-jauhnya bangau terbang, akhirnya ke perlimbahan juga. Tentu saja saya akan pulang. Tapi saat ini kata pulang bukan merupakan kata yang saya sukai. 

Seperti saya katakan tadi, anehnya ketika pulang perjalanan terasa lebih pendek dan lebih cepat. Walau sebetulnya waktu yang ditempuh sama, tapi mungkin karena saya tidak sungguh-sungguh ingin segera tiba di rumah, malah terasa terlalu cepat. Jalanan macet juga tidak menjadi masalah malah saya senang sehingga kepulangan sedikit agak tertunda. Ya begitulah, namanya juga liburan selesai, siapa sih yang senang?

You May Also Like