Saya hampir memutuskan untuk tidak menulis hari ini. Semalam begitu kelelahan dan jangankan berusaha memikirkan ide untuk menulis, mengambil laptop dari sudut ruangan saja sangat enggan. Saya memutuskan untuk beristirahat dan melihat kemungkinan di pagi hari. Sesudah memulai hari dengan berenang lalu berangkat kerja, saya masih juga belum menemukan ide apapun hingga akhirnya berkutat dengan kesibukan melakukan berbagai kegiatan rutin di kantor di awal minggu. Sekarang semua tugas di pagi hari sudah selesai dan saya masih memiliki sekitar 40 menit sebelum tenggat waktu tercapai. Masih belum mempunyai ide untuk menulis.
Ketika barusan saya keluar kantor untuk menyelesaikan sesuatu, saya mulai mencium keharuman bunga-bunga yang mulai bermunculan di sekitar gedung. Musim Semi sudah dimulai! Biasanya saya begitu bersemangat menyaksikan pepohonan yang mulai memunculkan dedaunan yang berwarna hijau muda, ada yang langsung memunculkan bunga-bunga sebelum dedaunan keluar, seperti misalnya cherry blossom atau sakura kalau di jepang yang begitu terkenal di Musim semi, atau jika kita ke washigton DC di sepanjang kolam sekitar Washington memorial, terlihat sangat indah. Beberapa tahun yang lalu saya mengunjungi kota Seattle, di sana ada sebuah universitas besar bernama University of Washington. Di salah satu taman di situ dipenuhi dengan cherry blossom berwarna putih dan kalau tidak salah juga berwarna pink, sangat indah!
Saya sangat minim pengetahuan soal bunga-bunga di musim Semi ini, karena saya sebetulnya juga bukan pengagum bunga-bungaan. Di rumah, di Bandung, saya tidak menanam bunga-bungaan, saya lebih tertarik menanam tanaman bumbu karena lebih tertarik memasak daripada melihat bunga-bungaan. Di daerah empat musim banyak bunga-bunga baru yang sebelumnya belum pernah saya temukan seperti misalnya Hyacinth, ini bunga-bunga perdu yang kalau di daerah tropis daunnya milip tanaman bakung tapi lebih rendah dan lebih kecil tapi dengan keindahan bunga-bunga yang sangat menarik, saya juga tahu tulips yang banyak bermunculan di musim semi. Di halaman apartemen saya banyak tulips.
Satu hal yang menarik perhatian saya pagi ini adalah keharuman. Sedudah sekian bulan sejak musim Gugur dimulai dan dedaunan mulai rontok dan pepohonan menjadi gundul kecuali beberapa jenis pohon tertentu seperti cemara dan pinus, tidak ada keharuman sama sekali. Tidak hanya itu, burung-burung kecil yang biasa ramai dipagi hari pun menghilang. Mereka entah bermigrasi ke mana, mungkin ke daerah yang lebih hangat. Musim gugur dan musim dingin selalu penuh dengan kesunyian. Udara panas di musim panas berganti dengan udara yang dingin menggigit dan kesunyian, tidak ada keharuman sama sekali. Mungkin yang dimanja saat itu adalah indra penglihatan karena keindahan warna di saat musim gugur lalu berganti dengan warna kelabu dan putih di musim dingin. Nah semua berubah di musim Semi. keharuman mulai tercium di mana-mana. Kehijauan dan keindahan warna bunga-bunga bertebaran di semua tempat. Halaman rumah yang tadinya kering berubah menjadi hijau dan sebagian besar masyarakat mulai sibuk berkebun, membeli tanah, pupuk dan mulai sibuk menanam bunga-bunga, dan sayur-sayuran. Ada yang menanam cabe, timun, selada, buncis bahkan buah-buahan musiman. Pohon apel mulai mengeluarkan daun, bunga-bunga dan nanti di musim panas mulai berbuah. Ya begitulah musim demi musim berubah dari satu ke yang lain membuat sepanjang tahun penuh dengan warna dan perubahan. Tempat yang memiliki 4 musim memang penuh dengan dinamika.
Ini akan menjadi musim Semi saya yang terakhir. Keindahan dan keharuman yang saya rasakan memiliki tambahan perasaan yang lain. Saya berusaha sekuat mungkin untuk menahan diri untuk tidak bersedih, saya hanya ingin menikmati keindahan warna warni dan keharumannya.
Foto credit: thespruce.com