Oke, setelah lama sekali tidak menulis AES karena kemalasanku ini, mari kita menulis.
Pertama: Sunk cost vs Sunk cost fallacy
A "sunk cost" refers to an expense that has already been incurred and cannot be recovered, while a "sunk cost fallacy" is the cognitive bias where someone continues to invest in something despite it being unsuccessful simply because they have already invested time, money, or effort into it,” - kata ai google
Oke jadi setelah baca-baca, sunk cost adalah ketika kita telah memberikan usaha ke suatu hal namun ternyata banyak masalah di dalamnya. Sedangkan sunk cost fallacy adalah ketika kita telah melakukan investasi dan segalanya namun tetap saja tidak berhasil/gagal. Hanya karena kita telah mengerahkan segalanya dan tahu bahwa akhirnya akan gagal, kita tetap maju terus sampai akhir.
Kedua: To facilitate vs To accommodate
To facilitate adalah memfasilitasi semua hal agar bisa berjalan lancar, smoothly. Untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan rencana awal. Sedangkan to accommodate adalah ketika kita , easygoing, flexible, adaptable, and always making room for others. Jadi kita bisa beradaptasi sesuai dengan kebutuhan atau memberikan space untuk kebutuhan semua orang. Even, last minute action.
Ketiga: Mentor vs Tutor vs Trainer vs Coach
Mentor adalah seseorang pengalaman, biasanya seseorang yang lebih tua dan bijaksana, memiliki koneksi. Cocok untuk menjadi guide dalam suatu proyek.
Tutor adalah seseorang yang fokus kepada sebuah subjek spesifik. Kita akan membutuhkan bantuannya ketika kita butuh mengerjakan sesuatu dan tidak bisa mengerjakannya sendiri. Mereka memastikan kita agar tidak gagal mencapai hasil akhir yang kita inginkan.
Trainer adalah seseorang yang mengajarkan kita a specific set of skills. Mereka akan membuat kita berlatih dan push us until we mastered the skill. Fokus ke performance.
Coach adalah seseorang yang juga mempush kita sampai batas akhir, tapi selain mengajarkan skill mereka juga fokus kepada motivasi, strategi, dan mindset. They challenge you, guide you, and make sure you don’t give up.
Itu saja, sampai berjumpa di AES selanjutnya!