AES 648 Menulis & Kenangan Buruk
joefelus
Friday March 3 2023, 9:30 AM
AES 648 Menulis & Kenangan Buruk

Hari ini saya memutuskan untuk tidak pergi bekerja. Tubuh saya begitu lelah dan tenggorokan agak sakit. Saya punya jatah sakit hampir 200 jam, jadi kalau dihitung-hitung bisa lebih dari 3 minggu saya bisa "sakit". Hanya saja saya bukan orang yang suka meng-abuse kebijakan semacam itu. Kalau tidak sakit ya saya tidak akan seenaknya mengaku sakit. Bahkan lebih lucu lagi di tempat kerja ada yang namanya mental health day, artinya setiap orang yang punya masalah yang berkaitan dengan kelelahan mental dan lain-lain bisa menggunakan itu. Banyak sih yang memanfaatkan, sedikit-sedikit mental health day, sedikit-sedikit begitu, saya bukan tipe orang yang mengambil kesempatan semacam itu. Justru dengan masuk bekerja dengan rajin merupakan cara saya untuk bersyukur bahwa tidak terganggu kesehatannya baik fisik maupun mental. Nah hari ini saya perlu istirahat, tapi walau tidak masuk kerja, pagi-pagi tetap "melawan" anjuran boss saya, tetap bekerja sebentar karena ada tanggung jawab yang harus diselesaikan. Sesudah itu baru pergi test Covid sebab saya khawatir tertular, ternyata hasilnya negatif. Syukurlah!

Karena banyak waktu senggang, saya mulai berusaha membersihkan komputer. Data-data yang sudah tidak dibutuhkan saya buang. Lalu saya melihat ada banyak tulisan-tulisan yang saya buat belasan hingga puluhan tahun lalu. Seharian saya asyik membaca tulisan-tulisan itu. Hingga tiba pada saat-saat dimana saya sedang dilanda banyak masalah. Salah satu yang sempat saya baca adalah tahun terburuk dalam hidup saya bahkan judulnya pun "Year of Hell". Itu adalah masa ketika saya begitu terpuruk, tidak mempunyai penghasilan yang jelas, mengalami culture shock yang luar biasa, banyak masalah keluarga, masalah kepercayaan diri, hingga relasi dan komunikasi.

Saya membaca secara detail cerita tentang saat-saat itu. Aneh dan kagum ketika saya membaca, tidak ada perasaan apa-apa, lurus saja bahkan tidak membekas sama sekali. Kok bisa ya? Padahal jika saya ingat-ingat, itu masa yang sangat sulit bahkan saya hampir menyerah karena tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk menyelesaikannya. Masa itu kemudian lewat. Saya tahu bahwa pernah mengalami itu dan sangat berat, tapi terus terang jika saya tidak menemukan tulisan itu, saya hampir yakin sudah melupakannya. Pertanyaan saya, kok bisa ya?

Saya jadi ingat pernah menulis bahwa memang otak manusia memiliki kemampuan untuk waspada terhadap ancaman, rasa takut dan bahaya. Katanya otak manusia memberikan semacam sinyal elektrik yang mentriger, menstimuli rekasi tubuh untuk bersembunyi, lari atau bahkan melawan. Disamping itu otak manusia juga memiliki kemampuan untuk sengaja mengingat dan sengaja melupakan. Ada jaringan di dalam otak yang disebut dengan amygdala yang berkaitan dengan reaksi emosional ketika menghadapi ancaman dan juga ada bagian otak di belakang dahi atau kepala bagian depan yang disebut Prefrontal Cortex yang berfungi meredakan rasa takut jika diketahui bahwa ancaman itu tidak berbahaya. Nah, dikatakan juga ada bagian diantara amygdala dan prefrontal cortex yang berfungi untuk menghilangkan kenangan buruk, memori yang menyedihkan dan yang menyakitkan.

Para ahli mengakatakan bahwa otak kita mampu menurunkan kebisingan hidup, membuang hal-hal detail yang tidak ada gunanya sehingga tidak menganggu akes untuk mempelajari hal-hal baru. Tanpa sadar ketika kita tidur otak terus bekerja membersihkan dan menyortir. Menyimpan memori yang baik dan perlu dipertahankan dan membuang kenangan-kenangan buruk yang perlu dilupakan. Kemampuan melupakan ini sangat bermanfaat dalam membuat prioritas, berpikir dengan baik, membuat keputusan dan menjadi lebih kreatif. Yang saya ungkapkan ini adalah kemampuan melupakan yang normal bukan karena penyakit seperti dimensia dan kepikunan. Jadi kemampuan melupakan ini sangat penting demi keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Saya terus membaca satu demi satu dari puluhan tulisan yang pernah saya buat di saat-saat yang penuh tantangan itu. Bersyukur bahwa sudah melewati semua itu, dan belajar dari padanya karena siapa tahu di kemudian hari saya akan kembali berada di bawah. Bukankan selalu dikatakan bahwa pengalaman adalah guru yang baik? Nah saya juga bersyukur bahwa menulis menjadi sebuah hobby yang sudah saya lakukan selama bertahun-tahun. Hal-hal semacam ini sangat penting untuk refleksi. Saya menulis bukan berarti berusaha terus-menerus mengingat hal-hal yang buruk, tidak begitu. Buktinya hal buruk yang saya alami yang saya tulis tidak menyimpan "sisa-sisa" perasaan buruk. Secara emosional saya sama sekali tidak terpengaruh ketika membaca itu, tapi saya bersyukur karena banyak detail yang terlupakan bisa menjadi semacam panduan jika ada kemungkinan masalah yang serupa terjadi lagi. Nah jadi menulis itu sangat berguna, tidak hanya untuk mengabadikan yang baik-baik tapi juga bisa digunakan untuk menyimpan "arsip" panduan terhadap hal-hal buruk.

Foto credit: ronaldalexander.com