Katanya manusia adalah makhluk terkreatif. Imajinasi manusialah yang membuat manusia bisa menjadi sedemikian maju dan menjadi spesies terkuat di planet ini. Dia bisa menciptakan teknologi dan lain sebagainya bahkan bisa terbang ke planet lain atau menciptakan semesta virtual lewat komputer. Tapi di sisi lain, manusia juga adalah makhluk yang sangat destruktif terhadap berbagai hal di sekelilingnya.
Tulisan ini terkait kesadaran kita bersama mengenai begitu destruktifnya kita manusia - terhadap kehidupan - bahkan terhadap hidup sesama manusia - hanya karena persepsi tentang perbedaan yang dinarasikan oleh manusia. Iya perang itu hanya karena perbedaan persepsi segala sesuatu yang dimunculkan pikiran manusia. Begitu pikiran manusia lepas dari kesadaran yang hakiki - bahwa segala sesuatu adalah pada dasarnya satu, permasalahan jadi muncul dan bisa jadi demikian destruktif.
Filem di bawah ini saya pilih untuk mengingatkan kita bahwa manusia yang katanya makhluk / ciptaan Tuhan yang ter... bisa membawa kehancuran begitu saja. Seakan2 apa yang puluhan tahun dibangun dengan segala upaya, kerja dan harta, bisa luluh lantak dalam sekejap. Mengerikan sekali bagaimana manusia bisa melakukan hal ini. Hal ini sedang terjadi, baru saja dimulai oleh seorang pemimpin negara yang merasa berhak mulai menginvasi negara tetangganya - dan dalam prosesnya membawa banyak kesedihan, kehancuran dan kematian...
Tidak mesti jauh-jauh ke Ukraina, kitapun sehari-hari membawa keburukan kepada lingkungan hidup kita dari segala yang kita konsumsi. Kalau kita beli sesuatu, kita pasti menghasilkan sampah. Kita masih punya keleluasaan, saat sampah kita buang ke tempat sampah, lalu diangkut ke TPA oleh petugas kebersihan, kita seakan terlepas dari hal itu. Padahal sampah kita masih ada di sana, bertumpuk di antara ribuan ton sampah yang terus dihasilkan oleh peradaban manusia modern. Sampah-sampah kita itu terus membawa kehancuran - merusak dan meracuni air, udara dan tanah - yang notabene adalah sumber kehidupan kita. Tidak heran bahwa begitu banyak flora dan fauna yang punah karena manusia yang hidup terlepas dari kesadarannya.
Kuncinya saya yakin adalah kesadaran. Narasi-narasi yang kita bangun dan dihayati oleh anak-anak kita mestinya adalah narasi-narasi yang berlandaskan kesadaran. Saya pikir, ini perlu jadi salah satu hal terpenting dalam pendidikan. Apa gunanya kalau anak-anak belajar fisika dan paham teori tentang atom kalau ujung-ujungnya kepandaian mereka digunakan untuk menciptakan senjata dan segala sesuatu hal yang akhirnya destruktif... Apa gunanya?