Ada yang bilang.
"Agar semuanya harmonis, diamlah. Diam lah! Bukan, bukan begitu. Itu tidak diam, itu bergeming. Dan bergeming itu tidak diam.
Bergeming malahan bergerak melawan semuanya, justru penghambat harmoni. Di tengah sungai diam bergeming, bukankah itu gerak perlawanan.
Di tengah sungai, mengalir lah. Diamlah. Diam yang tak bergeming. Diam yang mengalir. Seperti penerimaan adalah tindakan aktif, bisa jadi diam adalah proaktif."
-
Ada juga yang bilang.
"Diam bukanlah aksi melainkan indikator keterpenuhian. Kalau kapasitasnya sudah terpenuhi, diam. Jelas berbeda kapasitas setiap pikiran dan rasaan, untuk menampung pemikiran dan perasaan. Juga kecepatan perkembangan kapasitas wadah dan isi, beragam.
Memenuhi kapasitas itu yang jadi keutamaan, bukankah kita semua melakukan hal yang mampu kita lakukan saja. Keinginan apa yang mampu diusahakan, penerimaan apa yang mampu dilaksanakan. Secara aktif bergerak, bukan duduk dan bergemuruh mantra."
-
Dan ada juga yang bilang.
"..."
gak bilang apa-apa hanya diam