AES 799 Kepuasan
joefelus
Tuesday August 1 2023, 9:18 AM
AES 799 Kepuasan

"Sudah bosan makan sate yang saya buat?" tanya saya pada salah seorang teman di tempat kerja.

"Never!" jawabnya sambil tertawa.

Alasan saya menanyakan itu adalah karena akhir pekan ini akan mengadakan pesta, dan seperti biasa, saya yang jadi tukang masak. Entah sudah berapa ribu tusuk sate yang sudah saya buat di Fort Collins ini. Anehnya teman-teman sampai sekarang tidak pernah bosan. Saya sendiri yang masak sudah mulai bosan hahahaha..

Mungkin loh, ini perkiraan saya, karena mereka sangat jarang menjumpai makanan seperti ini. Bagi saya yang sejak kecil dibesarkan dengan makanan seperti ini ya tentu saja ada bosannya. Mungkin karena terlalu sering, tapi jika jarang menjumpainya tentu lain lagi ceritanya.

Itu percakapan tadi pagi di tempat kerja. Nah sore ini ngobrolnya lain lagi, bersama grup orang tua jaman Kano masih sekolah di Smipa. Group WA kelas Kano dulu masih hidup sampai sekarang walau anak-anaknya sudah menyebar kemana-mana, tapi tali silahturahmi kami masih terus berlangsung. Keren khan ya? Hahahaha..

Kami ngobrol soal reuni orang tua sambil makan, dari bakso, nasi padang, martabak hingga soto padang. Sebetulnya makanan itu sering bisa saya jumpai di Amerika. Tidak seperti jaman belasan tahun yang lalu ketika internet belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Dulu jika saya kangen makanan tanah air, saya mau tidak mau harus membuat sendiri. Ini mungkin yang terus menumbuhkan kesukaan saya akan memasak. Karena dipaksa oleh keadaan hahaha.. Hidup belasan tahun di rantau memang mau tidak mau harus begitu.

Oke, makanan tanah air memang bisa diperoleh dimana-mana. Dengan kehebatan teknologi komunikasi, saya bahkan bisa memesan gudeg dari New Jersey, memesan nasi padang dari Aurora, bahkan memesan pisang molen yang langsung dikirim dari Bandung! Tapi, nilai kepuasannya tidak pernah dapat menyamai jika menikmati makanan-makanan itu langsung di tempat membuatnya! Walau pisang molen asli dari bandung, sesudah menginap sekian lama dalam vacuum pack, tiba di sini sudah gepeng dan rasanya jauh berkurang karena harus dipanaskan kembali. Kesegarannya tidak dapat dibandingkan dengan ketika langsung membeli di toko Kartika Sari di Dago! Terus terang loh, ketika di Bandung saya sangat jarang beli di Kartika Sari, jauh lebih sering di Prima Rasa, tapi begitu di rantau, yang biasanya bukan pilihan yang saya suka tetap saya kejar meskipun harganya bisa mencapai 5 hingga 10 kali lipat harga di tanah air. Kenapa? Karena berusaha menciptakan "perasaan" yang pernah dirasakan ketika masih di tanah air, yaitu rasa puas. Sesuatu yang biasa saja kemudian menjadi begitu berarti dan menjadi luar biasa ketika benda itu langka dan sulit dijumpai!

Sore ini sambil menulis saya dan Kano duduk berdua menyaksikan film Chef, yang dibintangi oleh John Favreau, John Leguizamo, Sophia Vergara, Robert Downey Jr dan Scarlett Johansson. Di salah satu scene di film itu, diperlihatkan sang Chef membuat grilled cheese sandwich. Saya langsung melirik Kano. Apalagi ketika Chef memotong roti lapis panggang itu dan terdengar bunyi "kreeek" karena kerenyahannya. Saya ingat pertama kali menonton film itu ketika Kano masih SD di Smipa dan kami berdua menyukai film ini. Kali ini, ketika kami berdua menontonnya kembali, untuk kesekian kalinya, saya melirik ke Kano. Tahu kenapa? Karena di tempat kerja Kano melakukan hal yang sama seperti Chef itu lakukan. Kano sudah membuat ribuan roti lapis panggang itu dan ketika saya sesekali mencobanya, bunyinya persis sama!

Bayangkan bagaimana rasa puas yang saya rasakan saat ini? Terus terang saja, dan sama sekali tidak bermaksud sombong, saya begitu bangga! Siapa pernah menyangka. Hahaha.. Belasan tahun yang lalu saya tidak pernah sedetikpun membayangkan bahwa Kano akan bekerja di dapur, memakai pakaian ala chef! Jangankan membayangkan, bermimpi saja tidak pernah. Nah itu ada rasa puas yang luar biasa. Saya tidak tahu apakah Kano akan terus meniti karir di bidang itu, tidak masalah. Ini baru awal dan saya lihat dia begitu menikmatinya. Tentunya saya selalu mengingatkan untuk tetap melanjutkan pendidikannya. Itu menjadi ranah pilihan dia. Saya akan mendukung, karena saya ingin dia bahagia.

Foto credit: topcv.com