AES 229 Badai Salju
joefelus
Friday January 7 2022, 12:31 AM
AES 229 Badai Salju

Pulang liburan saya sudah disambut dengan sisa-sisa salju yang masih terlihat tebal, sekitar 15 cm kalau mengukur yang ada di halaman belakang apartemen. Katanya Salju turun di malam tahun baru. Ternyata itu hanya awal saja, kemarin malam kami dilanda badai salju ke-2, atau yang pertama di tahun 2022. Salju mulai sore hari dan ketika saya bangun tidur tadi pagi ketebalan sudah mencapai lebih dari 25cm.

Kebanyakan karyawan, seperti juga saya, masih mengambil cuti, sehinga halaman depan rumah sama sekali tidak ada yang membersihkan. Biasanya akses untuk jalan kaki ke tempat parkir sudah dibersihkan kecuali jalan setapak di depan apartemen adalah tanggung jawab penghuni. Pagi ini saya harus mengantar Nina ke kolam renang lalu mengantar Kano ke sekolah yang kebetulan hari ini jam sekolah ditunda 2 jam karena cuaca, jadi saya cepat-cepat berkemas dan lari (benar-benar lari loh) di atas salju karena waktu sudah mepet. Tujuannya adalah membersihkan mobil dari tumpukan salju, terutama di kaca depan dan belakang.

Salju yang baru turun itu seperti tepung, jadi mudah membersihkannya, tapi es yang menempel di kaca lain ceritanya, karena harus dikerok jika ingin bisa melihat ketika mengemudi, dan itu butuh waktu lumayan lama! Saya terburu-buru sehingga lupa memakai kaus tangan, hanya butuh 3 menit dan saya tidak tahan lagi, terpaksa lari lagi ke dalam rumah untuk mengambil kaus tangan. Tangan saya sudah sangat merah dan sangat sakit, terpaksa saya siram dulu dengan air hangat baru kemudian dikeringkan dan bisa menggunakan kaus tangan. 10 menit berlalu akhirnya kendaraan sudah bisa digunakan.

Jalanan ternyata juga sebagian besar belum dibersihkan, dan sepertinya sudah terlanjur digiling kendaraan sehingga salju sudah mengeras. Ini akan butuh berhari-hari dengan suhu yang hangat agar jalan bisa bersih. Salju yang sudah mengeras sangat berbahaya bagi kendaraan, jadi walaupun roda mobil saya sudah menggunakan yang all season, alias bisa digunakan untuk musim panas dan musim dingin, saya tetap harus berhati-hati mengemudi.

Mengemudi di atas salju itu butuh ketelitian apalagi kendaraan yang saya kemudikan bukan SUV yang memiliki 4 wheels drive. Menggunakan rem juga butuh kehati-hatian sebab walaupun sudah diinjak dan roda berhenti berputar, kendaraan belum tentu berhenti karena masih meluncur di atas es! Itu yang terjadi sepulang mengantar Kano ke sekolah, diperempatan lampu merah saya menginjak rem tapi kendaraan tidak berhenti hingga di tengah-tengah, untung semua pengendara paham dengan kondisi ini sehingga mereka menunggu, tapi ya tetap saja saya malu dan orang-orang melambaikan tangan ke saya sambil tertawa-tawa. Duh!  Juga harus diingat jaga jarak sangat penting dan yang pasti tidak boleh terlalu cepat, sebab itu tadi, jika butuh rem mendadak kalau jarak jauh dan tidak terlalu cepat kemungkinan menabrak mobil di depan kita kecil!

Pernah mengemudi berusaha tetap lurus tapi ekor kendaraan tergelincir ke samping kanan dan hidung mobil tergelincir ke kiri? Nah begitu yang saya alami berkali-kali, terutama ketika membelok! Pertama kali saya merasa ngeri, tapi selama tidak ada kendaraan di samping atau terlalu dekat dengan dinding, pagar atau bangunan, ya aman-aman saja, anggap saja sedang drifting (ahahaha.. tapi memang ini drifting sih!).

Ya mengemudi sedan di musim dingin saat jalanan penuh salju memang seperti anak bawang jika dibanding dengan orang-orang yang misalnya mengemudi Jeep. Mereka tetap ngebut walau salah satu truck yang saya perhatikan di tikungan tetap tergelincir. Ketika di perempatan terlihat sebuah Rubicon biru tidak mau menunggu dan menyalip dengan gagah lalu berbelok, sedikit tergelincir tapi karena 4 wheel drive, ya lancar-lacar saja. Saya harus menerima kenyataan harus bersabar dan mempersilahkan jagoan-jagoan di medan bersalju ini unjuk gigi. Saya cukup menikmati kenyamanan di dalam kendaraan dengan heater, heated seats, jok kulit yang nyaman dan musik musim dingin yang menentramkan. Kalau kata orang jaman sekarang, saya mau bilang,"Nikmat apa lagi yang kau dustakan?!" hahahaha...