AES03 Kena Pulak Kan
Abigail Nauli Hutahaean
Sunday August 7 2022, 7:15 PM
AES03 Kena Pulak Kan

Saya memulai hari kedua dalam minggu ini dengan perasaan yang tidak karuan. Seharian selama di sekolah badan saya terasa tidak enak dan lemas. Perasaan sangat mengantuk, lebih seperti mau pingsan. Saya dapat melihat teman-teman dan kakak-kakak seperti menghindar dari saya takut kalau ternyata saya positif COVID-19 karena saya terlihat lemas. Apalagi setelah dua teman kami positif. Entah kenapa kali ini dalam diri saya seperti ada rasa yakin bahwa saya memang positif. Bukan berarti saya mendoakan diri saya positif atau hanya sugesti. Saya merasa ada sesuatu yang aneh dan berbeda dengan kondisi tubuh saya.

Karena kakak menyarankan saya untuk swab, ditambah karena ada beberapa teman yang positif, akhirnya setelah pulang sekolah saya langsung Swab PCR. Kata labnya hasil akan dikirim sebelum jam 8 malam di hari yang sama. Lalu saya pulang ke rumah dan langsung membaringkan diri. Saya memberitahu kepada orangtua bahwa saya ingin menjadi orang pertama yang mengetahui hasil swab, karena seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, bahwa saya merasa seperti ada rasa yakin bahwa saya memang positif. Selain alasan itu, karena saya takut orangtua saya kaget dan khawatir dengan hasilnya. Malam itu saat Lab mengirim hasil ke WhatsApp Mummy (ibu), Mummy tidak membuka hasilnya, tapi langsung menyerahkan HPnya kepada saya agar saya dapat membuka sendiri hasil swab tersebut. Seperti yang sudah saya duga, saya positif COVID-19. 

Ini pertama kalinya saya positif. Hasil CT value saya cukup rendah yaitu 24.05. Saya memberitahu hasilnya kepada orangtua dengan kecewa. Lalu orangtua saya membantu untuk mempersiapkan isolasi mandiri saya. Selama ini saya merasa bangga karena menjadi salah seorang yang tidak pernah positif COVID-19 di keluarga saya. Itu rasanya seperti pencapaian seumur hidup, namun pencapaian itu sudah gugur dengan hasil swab yang positif. 

Kalau mau dicari tahu dari mana saya tertular Covid-19, kemungkinan karena pada hari sabtu dan minggu sebelumnya saya ada acara dengan keluarga besar Opung Doli (kakek). Bahkan setelah acara tersebut keluarga saya banyak yang terkena flu. Mungkin juga karena ada beberapa teman saya yang juga positif COVID-19 pada saat itu. Mungkin penyebabnya salah satu dari kejadian tersebut atau bahkan keduanya. Ada kemungkinan juga saya sudah positif dari sebelum hari Selasa, dan sayalah yang menularkan flu kepada keluarga besar saya pada saat acara tersebut. Dari manapun asalnya sebenarnya tidak untuk menyalahkan siapapun, karena kita sudah hidup berdampingan dengan virus COVID-19. Bisa dikatakan virus itu ada disekitar kita saat ini, sehingga yang harus dilakukan adalah mencegah agar penularannya tidak lebih luas lagi. Dengan cara menjaga diri kita dengan baik, menjaga agar tubuh kita sehat, daya tahan tubuh kuat, selalu menjalankan protokol kesehatan, dan jika positif COVID-19 segera melakukan isolasi diri agar tidak menularkan pada banyak orang lain.  

Saya juga melakukan isolasi mandiri sekitar dua minggu sampai gejala hilang. Selama isolasi mandiri saya melakukan segalanya serba daring, baik mengikuti sekolah maupun berkomunikasi dengan orang serumah. Rasanya sangat janggal karena saya mengulang fenomena yang sama lagi seperti saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) karena pandemi, dimana kita melakukan segalanya secara daring. Sejujurnya saya tidak mau mengulangi masa itu lagi.

Photo source:

https://pin.it/5Mn3uVC

You May Also Like