AES 595 Celebrating One's Life
joefelus
Sunday January 8 2023, 8:33 AM
AES 595 Celebrating One's Life

Ketika sebuah kehidupan bersinggungan dengan yang lain lalu saling mempengaruhi dan membentuk sebuah lingkaran yang terkoneksi satu sama lain, akan sangat sulit ketika koneksi itu terputus karena akan mempengaruhi yang lain. Itu yang saya alami beberapa hari terakhir. Tapi kondisi yang tergoyahkan itu tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena pada dasarnya lives must go on dan semua orang harus move on. Harus melanjutkan perjalanan karena ketika sesuatu berubah, bukan berarti semuanya harus berhenti dan selesai.

Kepergian sahabat tidak mudah dihadapi, karena sudah menjadi bagian dari hidup. Untuk dapat melewati masa-masa sulit ini kita butuh dukungan. Yang paling masuk akal dan lebih mudah dilakukan adalah membentuk dukungan bersama orang-orang yang pernah bersentuhan dengan pribadi yang pergi itu sendiri. Di sini saya menjadi sadar bahwa ternyata banyak sekali yang pernah dia sentuh. Semakin lama lingkarannya semakin besar dan saya mulai menyadari bahwa apa yang saya ungkapkan 2 hari lalu tentang eksistensinya yang dipertanyaan itu salah besar. Mungkin tugas dia di kehidupan saat ini sudah selesai, tapi yang dia tinggalkan tidak kecil. Jadi kalau kemarin-kemarin saya menggugat bahwa itu sebuah kesia-siaan, ternyata salah sekali. Memang yang dia alami begitu tragis dari bencana yang satu diikuti dengan bencana-bencana yang lain. Tapi kemudian saya melihatnya seperti sebuah lilin, dirinya habis terbakar tapi cahaya yang dihasilkan banyak dinikmati oleh orang-orang di sekelilingnya. Dia semakin lama semakin habis dan menghilang dari eksistensinya, tapi dampak yang sudah dihasilkan menjadi sangat luar biasa.

Saya mengerti kenapa 2 hari terakhir saya begitu emosional dan terus menerus menggugat. Itu sebentuk penolakan terhadap kenyataan yang sudah terjadi. Itu bagian dari proses mourning yang katanya soal grief, ada 5 stages; yaitu denial, anger, bargaining, depression dan akhirnya acceptance. Nah sepertinya dalam beberapa hari terakhir ini saya mengalami itu.

Hari ini hari pertama saya masuk kerja kembali, kebetulan ada department meeting yang seharusnya dihadiri 1500 orang. Entah hari ini dihadiri oleh berapa orang, sebuah ballroom penuh dengan meja-meja bundar dan penuh dengan rekan-rekan kerja dari berbagai unit dan departemen. Sesudah acara makan siang, ada sebuah sesi dimana key speakernya menyajikan sebuah topik yang menarik mengenai humor and positivity. Dalam pembicaraan itu diangkat bagaimana kita melihat sesuatu yang buruk dengan kaca mata positif dan humor bahkan ada sebuah quote yang diungkapkan oleh Charlie chaplin:

"To truly laugh you must be able to take your pain and play with it."

Kedengarannya menarik dan mudah dilakukan, tapi coba saja lakukan itu, tidak semudah mengucapkannya.

Lalu apa yang kami lakukan? Saya sengaja menggunakan kami karena ternyata yang mengalami situasi seperti yang saya alami ini tidak sendirian. Kami membentuk semacam grup yang saling berbagi. Kami bersama-sama mengungkapkan betapa besarnya peranan sahabat ini dalam hidup kami masing-masing. Dari hanya berbagi peristiwa yang pernah dilakukan sama-sama, foto-foto hingga banyak lagi peristiwa yang menyentuh yang pernah kami jalani. Ini adalah semacam perayaan akan sebuah kehidupan yang pernah menyentuh kami. Kami berbagi rasa sakit. We take our pain and we play with it, seperti yang dikatakan oleh Charlie Chaplin di atas. Tidak ada lagi cara untuk merayakan sebuah kehidupan dengan saling mengenang dan kembali menghidupkannya dalam keseharian kami. Tidak percuma, tidak ada kesia-siaan sebab sekecil-kecilnya sebuah biji, tetap harus mati sebelum akan bisa menjadi sebuah tanaman dan berbuah berlimpah!

Foto Credit: pexels.com