Hari ini kami menuntaskan proses Visitasi Akreditasi di jenjang SMP Semi Palar. Setelah mengalami 3 proses akreditasi, 2 kali di SD dan satu kali di SMP, sistem baru yang dirancang oleh Badan Akreditasi Nasional saya pikir sangat patut diapresiasi. Bisa dibilang sebuah revolusi. Singkat kata ini sebuah perubahan besar - dengan sedikit catatan dari pengalaman hari ini: sistemnya sudah cukup baik tapi para operatornya, orang-orang yang terlibat sebagai pelaksana di lapangan perlu diberi pemahaman mendasar terhadap apa yang semestinya dijalankan. Dari pengalaman hari ini, saya kira hal ini masih jadi tantangan besar bagi BAN untuk diperbaiki.
Di samping ini, sebetulnya banyak perubahan yang terjadi. Di bawah kepemimpinan mas Menteri, ada banyak perubahan mendasar yang sedang terjadi. Didukung disrupsi karena situasi pandemi, dihapuskannya Ujian Nasional jadi sebuah perubahan mendasar yang terjadi. Sebagai penggantinya dirancang sistem baru untuk memetakan kualitas pendidikan melalui ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer). Tujuannya adalah memetakan kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah di Indonesia. ANBK sendiri dilaksanakan di SD kelas 5, di SMP kelas 8 dan di SMA kelas 11. Dengan diselenggarakan sebelum akhir jenjang, sekolah akan punya waktu untuk memperbaiki banyak hal. Yang lebih menarik, rencananya hasil ANBK adalah bukan nilai individual murid tapi nilai sekolah. Kalau nilai sekolah hasil ANBK tidak cukup baik, berarti ini akan menjadi indikator bahwa sekolah ini perlu dibantu oleh Dinas Pendidikan setempat untuk ditelaah, ditemukan permasalahan dan dicarikan solusi perbaikannya. Sebagai sebuah konsep, menurut saya ini luar biasa. Mari kita lihat penerapannya.
Hal ketiga yang bisa disoroti adalah tentang Merdeka Belajar. Dari pengalaman sekian belas tahun menyelenggarakan pendidikan holistik dan mengamati penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, saya yakin bahwa kontekstualitas adalah salah satu kata kunci untuk pendidikan yang bermutu. Jakarta (pemerintah pusat) jangan berpretensi bisa memperbaiki situasi pendidikan di Papua - karena hanya masyarakat setempat-lah yang punya pengenalan jelas tentang segala situasi masyarakat dan lokalitasnya. Kemudian kita semua perlu yakin dan percaya bahwa saudara-saudara kita di Papua - di tempat terjauh sekalipun ingin anak-anaknya maju dan berkembang. Mereka hanya perlu dibantu, difasilitasi dan diberdayakan untuk menemukan langkah-langkah kemajuan yang mereka butuhkan - dengan cara mereka sendiri. Hal ini berlaku di manapun di seluruh Indonesia. Belajar dari pengelolaan pendidikan di Finlandia, saya lihat trust, rasa percaya kepada para guru (para pendidik) adalah salah satu kunci terbesar dalam keberhasilan pendidikan di negara tersebut.
Merdeka Belajar menggaris bawahi bahwa ada kebebasan yang diberikan kepada penyelenggara pendidikan untuk melakukan yang terbaik yang perlu dilakukan untuk mencerdaskan peserta didik di manapun di Indonesia. Mengacu ke paragraf di atas ini, saya kira sangat arogan apabila pemerintah pusat merasa mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tugas pemerintah pusat bukan itu. Menurut saya peran Kementrian adalah membantu, memfasilitasi, memberdayakan para pelaku pendidikan setiap lokal di seluruh Indonesia.
Sejauh saya ikuti, Merdeka Belajar juga akan menuju, berorientasi pada apa yang akan disebut sebagai Profil Pelajar Pancasila. Nah ini juga keren banget, karena Pancasila dengan ke lima silanya akan menggaris bawahi manusia Indonesia seperti apa yang perlu difasilitasi tumbuh kembangnya. Bayangkan anak-anak Indonesia bertumbuh kembang dengan menjiwai kelima sila Pancasila dan menghayati Bhinneka Tunggal Ika dalam sanubari mereka... Saya kira Indonesia akan sangat maju dengan keunikan kebangsaan-nya sendiri, dan berdiri tegak di antara bangsa-bangsa lain di dunia...
Lalu bagaimana dengan Semi Palar? Hal-hal yang saya coba jabarkan di atas ini, Merdeka Belajar menuju Profil Pelajar Pancasila saya cukup yakin bahwa apa yang digulirkan Semi Palar selama ini sudah menuju ke sana. Bahkan, saya berani bilang bahwa kita sudah beberapa langkah di depan... Semoga catatan pendek malam ini bermanfaat dan membawa semangat... Salam Smipa.
Photo by Jungwoo Hong on Unsplash