Kak Andy, apakah pembekalan kakak kali ini wajib sifatnya? Muncul pertanyaan dari salah satu kakak yang disampaikan melalui Koordinator Jenjang. Jawabannya bisa mudah sebenarnya, tapi hal-hal yang mudah belum tentu mendorong kita berpikir. Kalau mau mudah, saya tinggal bilang Wajib! Selesai. Akhirnya kakak-kakak tanpa berpikir bisa mengikuti. Suka atau tidak.
Di forum Juma'atan, koordinasi mingguan kakak Smipa, saya jawab begini. "Kakak-kakak, ada yang bertanya apakah pembekalan ini wajib diikuti. Saya tidak mau menggunakan kata wajib atau tidak, tapi saya sampaikan bahwa pembekalan kali ini sangat penting bagi kita semua." Beda ya. kalo wajib belum tentu penting juga, tapi pokoknya wajib. Tapi kalau penting, bahkan sangat penting, ada pesan yang disampaikan, dan ini perlu dimaknai oleh para kakak. Kudu mikir, intinya.
Saat saya menyampaikan jawaban ini, secara inheren ada unsur kesadaran yang terbawa di dalamnya. Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Siapa saya, sebagai apa saya hadir di Rumah Belajar Semi Palar, dan apa tujuan pembekalan ini sesungguhnya. Singkat kata, kakak-kakak perlu merespon ajakan ini dengan kesadaran.
Saya menyadari betul bahwa kalaupun diwajibkan, tidak semua kakak bisa ikut terlibat di dalam pembekalan ini. Ada kakak yang sedang sakit, atau anggota keluarganya sakit. Kak Ana baru saja melahirkan anak keduanya, juga ada kakak-kakak yang punya anak kecil di rumah yang perlu kehadiran ayah atau ibunya. Jadi walaupun diwajibkan, tetap ada juga yang tidak bisa hadir.
Tapi sebaliknya bagi kakak-kakak yang menyadari kepentingan pembekalan ini, dan bisa mengaturkan hadir, tentunya ini menggaris bawahi bagaimana kakak memahami tiga lingkaran kesadaran tadi. Kakak-kakak yang merespon dengan kesadaran dengan sendirinya lebih bertanggung jawab untuk mengikuti prosesnya secara utuh. Tidak ada alasan untuk mengikuti setengah-setengah karena alasan "Yaa, ini kan diwajibkan!". Ini yang saya lihat betul di keterlibatan kakak-kakak di pembekalan gelombang pertama. Kakak2 mengikuti seluruh proses dengan sepenuh hati - dengan keterlibatan yang utuh. Mudah-mudahan manfaatnya juga akan lebih banyak didapat - dan ini sebanding dengan pengorbanan waktu dan enerji yang kita semua sisihkan untuk menggulirkan pembekalan ini.
Saya ingin mengapresiasi kakak-kakak terutama yang sudah berkeluarga - yang bersedia mengaturkan kehadirannya dalam pembekalan kali ini walaupun ada keluarga yang harus ditinggalkan - sekaligus juga mengaturkan berbagai hal agar bisa ikut dalam kegiatan ini. Apalagi kakak-kakak tim Smipa Disada yang harus melakukannya dua kali karena perlu memfasilitasi dua kelompok kakak dalam pembekalan kali ini. Sekali lagi nuhun pisan kakak-kakak. Salam Smipa.
Photo by Ivan Bertolazzi: https://www.pexels.com/photo/neon-signage-2681319/
Colek @ahkam dan @rico mari menulis lagi di sini. Menjelang jumlah AES yang ke 4 ribu. 🙏🏼😊
iya nih, saya kehilangan "teman" hahahaha
Nah itu dia, kemarin saya bilang sama Ahkam dan Rico, Joe jadi solo writer... sama kak @leoamurist juga.
Sudah dimulai lagi, Kak Andy. Semoga bisa terus berlanjut. 😁
Yaay. Welcome back @ahkam. @joefelus mulai rame lagi nih Ririungannya. @rico mana nih. Ditunggu. ☝️