AES#60 Gap Year
Natasha Setyamukti
Wednesday September 1 2021, 7:37 AM
AES#60 Gap Year

Kemarin malam, aku dan salah satu komunitasku mengadakan diskusi mengenai bisnis. Diskusi ini rutin dilakukan setiap hari Selasa dan Kamis jam 8-10 malam. Disini ada banyak channel yang bisa dipilih, seperti educhat (membahas mengenai sekolah), business experience, mindset and productivity, dan investment. Aku sendiri membantu mengetuai channel mindset and productivity. Namun karena baru pertama kali melakukan diskusi, jadinya belum semua member aktif masuk ke channel dan berinteraksi, bahkan di channelku, tidak ada orang. Akhirnya aku hanya berdiskusi dengan foundernya dan mengikuti diskusi di channel lain.

Diskusi yang tadinya mau membahas mengenai mindset berbisnis, akhirnya menjadi membahas mengenai masa depan. Aku dan founder komunitasnya berdiskusi mengenai gap year. Karena kebetulan ia sedang menjalani gap year, jadi aku bertanya apa saja yang ia lakukan dan apa rencana kedepannya setelah ia gap year. Katanya selama ia gap year, ia menambah pengalaman organisasi dan pengalaman kerjanya dengan magang di beberapa tempat. Ia juga bertanya apa yang akan aku lakukan setelah lulus SMA. Aku menjelaskan bahwa kemungkinan besar aku juga akan gap year, dan mengisinya dengan berproyek, aktif berorganisasi, menambah pengalaman kerja dan mengambil short course.

Karena aku sempat menyebutkan short course, ia menyebutkan bahwa ia juga mengambil short course. Untuk mengisi waktu luangnya. Menambah pengalaman juga menjadi goalsnya karena ia merasa selama SMA, masih kurang pengalaman berorganisasi. Setelah itu kami berdiskusi bahwa sekarang yang banyak dicari adalah orang dengan pengalaman dan skill bukan orang dengan gelar atau kepintaran yang hanya sekedar teori. Apalagi kita berdua memiliki minat di bidang bisnis. Bisnis sendiri sebetulnya tidak terlalu membutuhkan gelar dan teori. Mungkin kita perlu belajar, tapi dengan teknologi seperti sekarang, kita bisa belajar dari youtube, cari di google atau bertanya dengan mentor, tidak perlu dosen untuk menjelaskan yang mungkin belum berpengalaman.

Diskusi itu berjalan cukup lama, sekitar 1 jam, kemudian kami melanjutkan diskusi ke channel sebelah mengenai educhat. Kami berdiskusi mengenai langkah kedepan, kalau mau kuliah mau ambil jurusan apa dan dimana, kemudian yang mau gap year, menceritakan apa yang akan ia kerjakan. Intinya diskusi kemarin malam sangat menyenangkan dan memberi banyak sudut pandang baru untukku. Padahal aku baru pertama kali melakukan diskusi di komunitas itu, dan ternyata langsung berjalan dengan baik. Aku yang memiliki sifat pemalupun jadi berubah, mungkin karena aku sering juga berkegiatan dengan komunitas diluar sekolah, sehingga menambah pengalaman dan kemampuan komunikasiku. Menurutku diskusi dengan teman diluar sekolah bisa sangat membantu terutama untuk menentukan langkah selanjutnya dan berdiskusi mengenai hal-hal baru karena bisa membuka sudut pandang.