AES 1509 Yang Terbaik (4)
joefelus
Sunday November 2 2025, 1:49 PM
AES 1509 Yang Terbaik (4)

Saya memandangi tubuh renta tak berdaya yang sedang terlelap. Napasnya sangat halus kadang membuat khawatir karena sama sekali tidak ada gerakan tubuh. Berat rasanya hati ini ketika melihat tubuh yang sudah senja kehilangan banyak kesegaran hidup, kerupawanan dan keperkasaannya. Tubuh yang mulai layu itu meringkuk dalam kesunyian merobek-robek hati saya. Hanya saja perasaan getir itu harus saya sembunyikan. Yang beliau butuhkan bukan rasa kasihan atau keprihatinan, melainkan kehangatan, sentuhan lembut, bagaimana beliau merasa dicintai, dan merasa berharga dimata anak-anaknya.

Hal berikutnya yang terbaik dalam hidup, bagi saya adalah kasih sayang! Kasih sayang yang kita miliki adalah cinta, keperdulian, rasa simpati pada orang lain dan sebagainya, tapi juga tidak melupakan komponen yang sangat penting dalam menyayangi diri sendiri. Kasih pada orang lain adalah kemampuan untuk mengerti kesulitan atau penderitan orang lain dan menjadi motivasi untuk menolong. Namun, kasih sayang yang sejati tidak akan pernah lengkap dan sempurna tanpa mengasihi diri sendiri yang merupakan upaya memperlakukan diri dengan baik dan penuh kasih serta mengerti diri sendiri daripada hanya semata-mata menyalahkan atau mengasihani diri sendiri.

Kasih itu mengenali penderitaan. Kita tersentuh akan penderitaan orang lain, baik itu orang-orang yang kita sayangi atau bahkan orang asing. Rasa itu kemudian memicu tindakan, tidak hanya semata-mata merasa prihatin, tapi justru mengulurkan tangan karena kita mengerti bahwa setiap orang mengalami kesakitan dan menghadapi kesukaran sehingga di situ menjadi terkoneksi dengan orang-orang diluar diri kita.

Hari ke-25. Cerita sahabat saya yang sedang menunggui suaminya:

Mostly just me, playing music and staring glumly out at the rain. Watching two crows on the roof. Watching dark clouds. I apply lotion and Chapstick. I wash his face and hands and clip his nails. I call the nurse when needed. Since he isn’t conversing, I decided to start writing him a letter about these surreal weeks. Ten pages in, and all the tamped grief surfaced. Then the weekend doctor came by and stayed long enough to dampen what wasn’t already sopping.

Usually, I try to stay cheerful around him, but today I went back to writing my letter and mopping my eyes. I guess he heard me sniffling because he opened his eyes and reached out to squeeze my hand. And today he mouthed I love you for the first time in days when I was leaving. I drove away in the ever-so-appropriate rain.

Kita tetap mencintai dan menyayangi walaupun seringkali itu menyakitkan karena kita selalu berharap agar segala sesuatu menjadi lebih baik, kita juga takut akan kesendirian. Cinta juga terkait erat dengan proses emosional dan chemical, dan kadang rasa sakit merupakan katalis bahwa kita mengalami pertumbuhan dan transformasi. Rasa cinta akan semakin kuat dan kokoh ketika kita dapat menerima ketidaknyamanan.

Dapat merasakan itu semua merupakan anugerah. Cinta dan kasih sayang sendiri merupakan sesuatu kekuatan yang netral, justru rasa sakit dan ketidaknyamanan muncul karena harapan yang kita miliki, bukan karena ketidaksempurnaan rasa cinta atau kasih itu sendiri.

Foto credit: healthshots.com