Saya suka kata inconsequestial ini sebab memberikan makna sederhana tapi sangat dalam sebab harus menelusuri segala sesuatu hingga dapat menyimpulkan dan menggunakan kata ini. Inconsequential, artinya: tidak penting.
Saya berjalan-jalan perlahan keluar dari apartemen. Malam ini sangat panas, beruntung di kamar ada AC, tapi saya ingin menikmati cahaya bulan yang walau hanya setengah tapi terlihat sangat besar. Sepertinya sangat jarang saya bisa menyaksikan bulan yang sebesar itu. Apakah karena saya berada lebih dari 5000 kaki di atas permukaan laut sehingga bulan terlihat begitu besar? Saya tidak tahu.
Perlahan-lahan saya melangkah di malam yang panas ini sambil merenung. Ini cuaca musim panas yang ke-7 yang saya alami di Fort Collins, kemungkinan besar akan menjadi yang terakhir dari seluruh petualangan saya di tengah-tengah benua Amerika bagian utara ini. Banyak pengalaman yang sudah saya hadapi selama menjelang 7 tahun saya tinggal di Colorado, melengkapi banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya alami dan hadapi.
Manusia selalu belajar dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan keandaan sekitarnya. Manusia terus berusaha mendewasakan diri hingga menjelang akhir. Mungkin secara fisik mulai berkurang kapasitasnya, mungkin juga pada saat tertentu berhenti berpikir dan kebijaksanaan mulai menghilang meninggalkan dirinya karena kemampuan fisik semakin lama semakin menurun. Itu adalah bagian dari hukum alam. Tapi saat ini saya masih berkembang, masih terus belajar dari banyak hal yang saya alami.
Saya mulai meyakini hal-hal yang utama, yang lebih berarti dalam hidup dibandingkan sebelumnya. Banyak hal yang memang sangat penting yang hidup ini masih berketergantungan satu sama lain, tapi saya sadari prioritas saya sudah semakin bergeser dan berubah. Materi misalnya. Materi itu penting, tapi ketergantungan saya pada materti semakin menurun kapasitasnya. Saya lebih memprioritaskan diri pada hal yang lebih esensial yang jauh lebih penting dalam memaknai hidup.
Memang masih ada mimpi dan cita-cita yang belum tercapai, dan hal itu belum tentu bisa tergapai jika tanpa dibarengi dengan keberadaan materi. Mungkin akan lebih membahagiakan jika itu terjadi, namun jikalau hal tersebut terlepas dari angan-angan, bagi saya sepertinya bukan lagi sesuatu yang berarti. Inconsequesntial!
Pekerjaan. Ini juga merupakan hal yang sangat penting karena pekerjaan merupakan sumber untuk mampu meneruskan hidup. Tanpa ini kemungkinan besar hidup akan menjadi semakin sulit jika dibandingkan dengan tanpa pekerjaan. Itu saya sadari benar. Setiap orang mempunyai angan-angan dengan bentuk pekerjaan yang ideal yang bisa dijadikan tumpuan untuk melanjutkan hidup sesuai dengan yang diharapkan. Saya juga begitu, sekarang juga masih begitu tapi saya juga menyadari bahwa itu bukan hal yang utama. Jika bisa, ya saya syukuri, jika tidak, ya saya bisa menerimanya. Pekerjaan ideal bukan lagi hal yang paling penting. Yang saya butuhkan hanya sebuah sumber yang dapat memungkinkan saya untuk cukup dapat menjalani hidup dengan baik. Pekerjaan yang ideal tidak lagi penting. Inconsequential.
Yang paling penting sekarang adalah apa yang saya butuhkan, bukan hal yang saya inginkan! Yang saya butuhkan adalah sekedar dapat menjalai hidup dengan baik. yang saya inginkan adalah sesuatu hal atau bahkan banyak hal yang lebih daripada sekedar cukup untuk menjalani hidup. Bukankah kebanyakan diantara kita begitu? Contohnya saja dalam hal materi, setiap tahun keluar HP baru, keluar jam tangan pintar baru. Apa kegunaan HP? Untuk berkomunikasi, bukan? Apakah HP yang berusia 10 tahun sudah tidak dapat digunakan untuk berkomunikasi? Hahaha.. Ternyata masih bisa bukan? Tapi kenapa kita selalu meng-upgrade, HP kita? Nah ini pertanyaan yang harus bisa dijawab. Demikian juga jam pintar. Apa tujuan jam tangan? untuk menunjukkan waktu, bukan? Nah lalu apakah jam tangan merk Alba yang saya miliki sejak jaman sekolah masih bisa menyatakan waktu? Selama jarum detik dan menitnya masih bergerak dengan baik, maka jam tersebut masih berfungsi, bukan? Apakah penting kita mengetahui berapa langkah yang sudah kita lakukan hari ini? Hahaha... Itu tidak penting! Yang penting adalah apakah kita sudah berjalan kaki cukup atau belum hari ini. Apakah penting bagi kita untuk mengetahui berapa detak jantung kita per menit? Jika kita sehat, tidak tahu juga tidak apa-apa. Baru hal tersebut penting jika kita memang memiliki Tachycardia, atau kita sering mengalami atrial fibrillation! JIka jantung kita sehat-sehat aja, pengetahuan tentang angka detak jantung tidak ada gunanya! Juga ketika kita berolahraga, apakah penting mengetahui heart rate kita? Hahaha.. Tidak! Selama kita dapat berolahraga dengan cukup dan tidak berlebihan tubuh kita baik-baik saja. Lagian tubuh selalu mampu berkomunikasi dengan kita, jika berlebihan dalam berolahraga, maka tubuh akan menyampaikan informasi ke otak. Nah dari situ kita dapat menyimpulkan bahwa meng-upgrade HP dan Smart Watch itu inconsequential, tidak penting!
Saya berjalan kaki terus sambil terus tenggelam dalam pikiran mengenai hal-hal yang inconequential ini. Diskusi dengan diri sendiri ini terus berlangsung. Iseng-iseng saya melirik jam tangan pintar saya. Di sana dikatakan bahwa saya sudah melangkah sebanyak 15,547. 5 ribu langkah lebih melewati target harian saya, 10,000. Langsung saya nyengir sambil garuk-garuk kepala walau tidak gatal. Betapa munafiknya saya ini. Secara tanpa sadar saya menikam diri sendiri karena merasa diri ini salah seorang yang hipokrit. Berdiskusi panjang lebar dalam permenungan tapi pada kenyataannya saya tidak menjalankannya. Saya masih senang menggunakan peralatan teknologi yang terbaru. Senang saja karena merasa ter-update dalam banyak hal walau sekali lagi itu semua adalah inconsequential. Saya tidak butuh tapi saya ingin, saya suka dan saya bisa. Sambil tersenyum malu saya meneruskan langkah saya. Ternyata saya masih terjebak dalam hal-hal tertentu yang inconsequential.
Foto credit: malabarwatches.com