Di penghujung kegiatan hari ini, teman-teman Kelompok Egrang diajak untuk mempersiapkan diri dalam menyambut kegiatan paling ditunggu di hari besok. Teman-teman akan kedatangan tamu istimewa yang akan berbagi informasi maupun pengalaman terkait teknik pembuatan wayang. Lalu apa yang mereka persiapkan tadi siang?
Ya..mereka diajak untuk mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan spesifik terkait wayang. Banyak pertanyaan menarik yang terlontar dari teman-teman, seperti "Kenapa wayang diwujudkan dalam bentuk manusia?", "Dari mana inspirasi awal pembuatan wayang?", "Apakah ada rahasia di balik proses pembuatan wayang?", "Bagaimana teknik pembuatan wayang?", dll. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut terlihat mereka ingin memanfaatkan momen bertemu narasumber ini dengan sebaik-baiknya. Proses membuat pertanyaan ini sebagai salah satu upaya agar teman-teman bisa melihat konteks lebih dalam terkait sesuatu hal, dari yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Di sisi lain, manfaat teman-teman mempersiapkan pertanyaan ini juga agar proses diskusi dengan narasumber bisa berjalan lebih efektif sesuai kebutuhan teman-teman. Selain lewat pertanyaan yang sudah dibuat oleh teman-teman sebelumnya, mereka pun nantinya didorong untuk bertanya terkait hal-hal yang dibagikan oleh narasumber secara langsung. Karena ke depannya kemampuan untuk merespon atau bertanya secara langsung ini menjadi satu hal yang mereka butuhkan dalam menunjang proses pembelajaran, terutama ketika berkegiatan di luar sekolah yang menuntut kemampuan tanya jawab secara natural tanpa persiapan.
Memang kehadiran narasumber di kelas menjadi warna tersendiri dalam proses pembelajaran teman-teman. Mengajak mereka untuk lebih memahami bahwa belajar bukan hanya dari lewat kakak kelas ataupun orangtua di rumah, tapi sosok-sosok di luar itu juga bisa menggenapi kepingan proses belajar teman-teman. Ketika ada kesempatan untuk belajar secara langsung dari sosok yang memang punya pengalaman lebih di bidang tertentu itu lebih baik, dan biasanya energinya akan terasa berbeda, lebih 'mengena' istilahnya. Mudah-mudahan pengalaman belajar bersama narasumber tidak berhenti di kelas saja, tapi menjadi satu kebiasaan yang tumbuh di teman-teman sebagai rasa ingin tahu untuk belajar dari sosok-sosok yang mereka temui di keseharian.