AES 100 Seratus
joefelus
Tuesday August 31 2021, 12:00 AM
AES 100  Seratus

Perjalanan menulis saya di Ririungan sudah menapak di hari yang keseratus! Well, sebetulnya lebih dari seratus karena ada beberapa hari yang bolong walau saya selalu usahakan untuk melunasi. Tulisan yang keseratus ini saya khususkan untuk menulis sesuatu yang bersifat refleksi. Mudah-mudahan berhasil.

Menulis itu ada kesamaan dengan platform media sosial (entah apakah istilah yang saya gunakan ini betul atau tidak) seperti misalnya di FB ada pilihan scroll down menu "memory". Di sana akan ditampilkan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari ini bertahun-tahun yang lalu. Seperti misalnya hari ini 13 tahun yang lalu ada tampilan foto peristiwa kumpul-kumpul saya dengan teman-teman, eks murid di mana dulu saya pernah mengajar, satu tahun yang lalu saya menampilkan foto outdoors sebagai bentuk kepedulian terhadap unggahan yang positif karena pada saat itu banyak sekali bertebaran unggahan yang negatif seputar situasi politik yang sangat hangat di Amerika, dan 2 tahun yang lalu pada hari ini saya mengunggah foto duduk di kedai kopi di dalam toko buku, salah satu kegiatan yang saya gemari, membaca, ngopi dan makan hahaha.

Nah menulis juga sama! Semalam saya mendapat ucapan selamat dari sebuah media blog yang saya pakai untuk menampilkan tulisan-tulisan saya. Ucapan selamat bahwa kemarin 5 tahun yang lalu saya mulai menulis. Itu karena diajak oleh klab Lingkaran Blogger Smipa! Sejak hari itu sudah ada 285 tulisan (hampir 250-an yang sudah di-published dan 30-an draft yang masih harus diselesaikan atau hanya sengaja disimpan di situ sebagai koleksi pribadi)

Cita-cita saya dalam menulis sebetulnya sederhana, yaitu ingin berusaha menunjukkan, bukan menceritakan! Ini memang butuh penjelasan yang gamblang agar mudah dimengerti karena show dan tell itu adalah dua hal yang berbeda, sangat berbeda! Menceritakan sesuatu hanya sekedar menggambarkan sebuah peristiwa. Paling banter kalau ada yang baca, mereka hanya akan menangkap kulitnya saja dan paling-paling juga bilang, wah asyik ya sudah ke sana, sudah mencoba ini atau mengalami sesuatu. Lalu kalau agak sinis sedikit, malah dianggap membangga-banggakan diri. Nah yang ingin saya usahakan adalah menulis seuatu yang memberikan meaning! Menulis-kan kembali sesuatu yang sudah pernah kita baca itu mudah! Tapi menujukkan pesan dan arti dari yang sudah kita alami, itu butuh refleksi yang mendalam. Nah ini yang ingin saya capai dan akan butuh waktu yang lama untuk bisa ke taraf ini, sebab lihat saja, seringkali sudah di depan komputer ingin menulis sesuatu saja sudah mandeg dan tidak tau mau menulis apa. Jangankan menunjukkan sesuatu yang sarat dengan pesan dan nilai, ingin cari topik saja sampai jungkir balik!

Ya, sejauh ini saya baru mulai membiasakan diri. Mencoba menulis sebagai sebuah ritual sehari-hari. Pada saat saya merasa bersalah karena belum menulis atau terpaksa bolong karena tidak sempat, itu sudah merupakan sebuah kemajuan! Sekali lagi di forum ini kalau bolong-bolong tidak ada yang menegur, kalau terus rajin juga paling dikomentari sebagai orang yang konsisten, rajin dan sebagainya. Itupun belum tentu ada yang mengungkapkan. Jadi ya lurus saja, umpan baliknya juga sangat minimal, lihat saja ada berapa anggota yang bergabung, lalu ada berapa komentar dan like yang diperoleh. Tidak banyak! Tapi bukan itu yang ingin dituju, saya menulis sejauh ini baru di tahap telling, saya kepingin menulis yang showing, showing the meaning or value of something! Kepada siapa? terutama pada diri sendiri, kalau ada orang lain yang dapat mengambil hikmahnya, ya alhamdulillah!

Nah apa bedanya dengan, misalnya, FB? Menurut saya sih kebanyakan FB dipakai untuk show off! Apa yang kita peroleh dengan melihat foto-foto di sana? Ya mungkin sebagai pengingat kita pernah ini, pernah ke situ dan sebagainya. Kalau melihat orang lain, ya paling kita berdecak kagum dan bergumam, kapan ya kita bisa seperti itu? kapan ya kita juga bisa ke sana? Inspiratif? mungkin! Minimal bisa dijadikan bahan percontohan, "Oh nanti kalau kita ke Vietnam, kita akan coba makanan itu di tempat itu!" Atau, "Wah kayanya saya juga bisa masak masakan yang diperlihatkan oleh Chef Marion dari Australia itu!" Ya itu bisa jadi inspirasi. Tapi membaca sebuah tulisan tidak hanya menjadi inspirasi tapi juga memberikan makna yang dalam terhadap sesuatu!

Kalau kak Andy sering memberi contoh dalam banyak peristiwa, "Nyaho can tangtu ngarti" dan sebagainya, ini sangat berlaku juga dalam menulis. Kalau kita menulis sesuatu yang tidak kita mengerti, boleh diasumsikan juga yang membaca tidak akan mengerti. Jika kita tidak mengerti mengapa kita menulis sesuatu, maka jangan harap pembaca akan mengerti juga. Intensi dalam menulis itu penting! Kita harus paham akan sesuatu yang kita pilih sebagai topik, baru kita dapat menunjukan sesuatu yang meaningful, bermakna. Susah tapi doable!***

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Woohoo... Congrats Jo... Jadi penulis ke 3 yang menginjak hitungan tiga digit. Semoga jadi momen yang semakin memberi semangat... Terima kasih juga untuk tulisannya hari ini. Saya bersepakat sepenuhnya. Tulisan adalah media refleksi - seperti cermin. Kita bisa lebih mengenal diri kita sendiri... Mudah-mudahan semakin lama, cermin kita semakin bersih dan tidak distorsi...
innocentiaine
@innocentiaine   5 years ago
Wah selamat pak Jo.. 😃 lurus saja, kelakon juga..
admin
@admin   5 years ago
Selamat untuk esainya yang ke-100, Pak Jo. 🍻