Selalu dimulai dari tubuh. Diksi nada intonasi, mimik gestur cara. Karena perhatian dan persepsi selalu tertuju pada impresi lima detik pertama. Yang menjadi dasar perhitungan jarak relasi dan bentuk interaksi. Dari sensasi jadi sentimen.
Bagaimana cara mengelola insting dengan perhitungan, bagaimana cara menempatkan individualitas pada kewajaran sosial. Tidak lain adalah dengan cara meniru. Bagaimana cara memberi piring, bagaimana cara membawa pisau.
The way we do one thing is the way we do everything. Kebiasaan bertemu kebiasaan, saat tenang barulah menyerap pembelajaran. Oh, ternyata celetukan pertanyaan retoris "apaan sih?" atau "kenapa sih?" berdampak enggan jumpa setahun.
Ternyata cara mengoper tatakan gelas yang dilempar berdampak malas mendengar masukan. Ternyata cara mengangkat meja yang diseret berdampak merasa lelah untuk berusaha lebih peka. Inilah yang dinamakan inspirasi.
Demikian sehingga sangat mudah untuk mengembangkan diri. Karena bukti bahwa diri berkembang adalah lingkungan sekitar dan orang-orangnya yang semakin berkembang. Caranya hanya perlu dengan menyadari paragraf 3 & 4 sebagai dasar tindakan. Sekecil apapun? Justru semakin kecil, semakin apapun!
Small gesture, big impact. Bukankah yang menjadi dasar penilaian adalah impresi awal di 5 detik pertama. Bukankah yang menjadi hambatan besar adalah 6 detik keraguan mikro. Bukankah yang menyemangati atau mendemotivasi adalah 7 detik komentar sepaket diksi mimik gestur dan intonasi.
Mulai Dari yang Kecil juga ya kak...