Saya menyukai binatang peliharaan seperti misalnya anjing, baru beberapa tahun terakhir ini saya juga menyukai kucing. Dulu saya agak jijik jika didekati kucing apalagi jika kucing ini menggosok-gosokkan badannya ke kaki. Biasanya jika kucing mendekat, kaki saya angkat tinggi-tinggi. Baru sesudah saya bertemu dengan Maverick dan Maxi, kucing kesayangan sahabat saya di sini, saya mulai menyukai kucing. Tapi walau saya suka kucing, tetap anjing adalah binatang favorit saya karena mereka jauh lebih jago menujukkan perasaannya dibandingkan dengan kucing yang menurut saya mereka lebih angkuh dalam beberapa hal dibandingkan dengan anjing. Ini pendapat saya loh, bisa saja itu salah.
Nah karena suka binatang peliharaan, saya hampir tidak pernah melewatkan jika ada unggahan tentang anjing atau kucing di sosial media karena biasanya lucu-lucu. Pernah lihat anjing yang melolong jika mendengar suara musik? Atau anjing yang bereaksi ketika menonton film Lion King, ketika Mufasa meninggal karena dijahati saudaranya? Hahaha.. lucu sekali khan mereka? Ya, saya percaya bahwa anjing mempunyai perasaan yang kadangkala lebih halus dibandingkan manusia.
Nah hari ini saya menemukan sebuah cerita tentang seekor anjing di Istambul, Turki. Nama anjing itu Boji. Dia setiap hari berpergian sendiri naik transportasi publik seperti kereta, bus bahkan Feri. Menarik sekali bahkan informasi tentang anjing ini bisa dijumpai di wikipedia. Tidak hanya itu, Boji memiliki instagram dan dia diikuti oleh setidak-tidaknya 60 ribu pengikut! Hahahaha.. keren bukan? Apa sih yang menarik tentang anjing ini?
Konon katanya, Boji dulu selalu diajak jalan-jalan oleh majikannya keliling kota bahkan ke kota lain, hampir setiap hari. Nah ketika majikannya meninggal, Boji melanjutkan kebiasaannya ini dengan berpergian sendirian. Dia tahu harus naik bus yang mana, dan tahu dia harus turun di mana lalu melanjutkan perjalanannya dengan naik transportasi yang lainnya seperti misalnya feri jika dia ingin ke kota lan di seberang. Nah karena kemudian banyak dikenal orang, akhirnya pemerintah setempat menerbitkan selebaran agar Boji diperbolehkan naik kendaraan apa saja, bahkan diberi chip agar dapat dilacak rute berpergiannya. Sesudah diteliti ternyata setiap hari setidak-tidaknya dia berpergian sendirian sejauh 30 kilometer.
Nah ketika menonton, saya lalu mulai berpikir, mengapa Boji senang melakukan itu. Apakah karena dia melakukan itu demi kesenangan yang selalu dia alami bersama majikannya dulu? Tidak tahu juga. Ada sih yang berkata demikian, dan menurut saya sangat masuk akal. Seperti halnya manusia selalu berusaha mengingat kembali kejadian-kejadian yang menyenangkan di masa lalu. Manusia selalu berusaha menciptakan kembali situasi-situasi yang pernah mereka alami dan yang mereka sukai.
Siapa yang tidak suka mengulang kembali masa-masa yang menyenangkan? Saya yakin tidak ada. Hal yang menyenangkan akan selalu mudah melekat dalam diri kita sebagai sebuah bagian dari pengalaman hidup. Banyak diantara kita yang pergi berlibur ke tempat yang sama. Alasannya apa? Karena kita pernah mengamali suatu yang menyenangkan di sana. Dan karena dulu kita mengalami hal yang menyenangkan kita berusaha mengembalikannya, berusaha menciptakannya kembali karena perasaan yang dulu kita rasakan menjadi semacam harta yang selalu kita simpan.
Seperti saya juga alami. Dulu mengalami masa-masa menyenangkan, pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan ketika merantau di Hawaii selama lebih dari 10 tahun hidup di sana. Nah ketika tinggal di Fort Collins saya kembali mengunjungi tempat kelahiran Kano ini, ke Honolulu sebanyak 2 kali. Yang pertama saya ingin memperkenalkan kembali kepada Kano tanah kelahirannya. Saya bahkan menunjukkan rumah sakit dimana dia dilahirkan. Tempat di mana kami bertiga pernah tinggal juga kami kunjungi bahkan saya menunjukkan tempat dia belajar berjalan, toko buku yang hampir setiap hari dia kunjungi dan sebagainya. Kenapa demikian? Karena masa-masa itu begitu indah dan saya ingin mengingatnya kembali. Kano saya perkenalkan dengan makanan-makanan di sana, dan karena dia sangat menikmati pengalaman itu, setahun kemudian kami kembali lagi hahahaha..
Apakah kami dapat benar-benar mengulang kembali dan merasakan kembali pengalaman yang sama? Tidak juga! Persis seperti yang dikatakan Filsuf Yunani Kuno sebelum jaman Socrates yang bernama Heraclitus atau Herakleitos, beliau berkata bahwa tidak ada satu manusiapun yang dapat menginjakkan kakinya di sungai yang sama. Kenapa begitu? Karena air sungai selalu mengalir dan ketika untuk kedua kalinya manusia menginjakkan kaki, sungai itu sudah bukan sungai yang sama dengan sebelumnya, dan orang itu bukan orang yang sama seperti sebelumnya. Kira-kira begitu. Dan pada intinya, juga saya setuju sekali, bahwa hal yang permanen di semesta ini adalah perubahan. Segala sesuatu berubah dan tidak dapat dihindari.
Foto credit: The New York Post