Kemarin malam saya mendapat pesan melalui WA dari sahabat saya di Colorado. Pesan itu berisi screenshot dari sebuah surat yang ditujukan pada saya tentang beberapa hal yang harus saya lakukan berkaitan dengan pekerjaan di Colorado. Ada beberapa hal yang harus saya urus dengan bagian payroll dan HR. Nah malam itu juga saya menulis sebuah email. Hari ini saya perhatikan bahwa belum ada respon dari pihak mereka sehingga saya berinisiatif untuk menulis email lain ke mantan boss saya agar beliau dapat membantu saya karena email yang saya gunakan adalah email pribadi. Saya sudah tidak memiliki akses lagi ke email yang biasa saya gunakan ketika masih bekerja di sana.
Satu jam kemudian saya menerima balasan dari boss saya dulu di Colorado yang menyatakan bahwa beliau akan mem-follow up request saya dan langsung akan beliau urus sehingga HR akan segera men-tackle nya. 1 jam berikutnya direktur dari bagian payroll menjawab email yang saya kirim kemarin. Beres, saya hanya tinggal menunggu hasilnya.
Email yang saya kirim ke mantan boss, akhirnya berlanjut dengan saling mengirim berita seputar kondisi masing-masing. Beliau bercerita bahwa setelah sekian bulan akhirnya berhasil menemukan seseorang yang memiliki kualitas yang dapat mengambil alih pekerjaan saya. Beliau juga mengatakan bahwa sepeninggalan saya, kantor terasa sangat berbeda dan lain sebagainya. Sementara saya bercerita tentang kondisi di tanah air.
Saya bercerita bagaimana ramahnya masyarakat di sini. Betapa pelayanan pemberi jasa memperlakukan pelanggan secara begitu luar biasa (yang sesungguhnya hampir tidak pernah saya alami di sana). Memang benar begitu! Tidak pernah saya disambut siapapun ketika masuk ke dalam gedung Bank misalnya. Di sini saya dibukakan pintu, disapa dengan hormat sambil membungkukan badan, bahkan tadi ketika saya menjemput kendaraan yang masuk bengkel dimanja dengan segelas caramel latte gratis! Seorang barista menghampiri saya dan bertanya minuman apa yang saya inginkan. Di sana saya harus mengambil sendiri kopi yang tidak enak, dengan creamer palsu karena tidak mengandung susu dan sama sekali tidak sehat karena mengandung hydrogenated palm oil, jadi transfatnya tinggi. Biasanya ada gelas dari styrofoam yang tersedia, tapi tidak jarang kopinya pun tidak ada hahaha...
Saya juga bercerita bahwa Indonesia memiliki pelayanan kereta api yang lebih baik dari di sana. Memang ada kereta api cepat seperti Woosh, tapi kecepatan maksimumnya hanya 250 km/jam dan hanya sekitar 80 km jarak yang ditempuh, juga kebanyakan rutenya hanya dapat dilalui dengan kecepatan maksimum 180km/jam. Kalah dibandingkan dengan Indonesia. Tentu saja saya bercerita dengan bangga. hahaha...
Kami berbagi kabar melalui email. Saling update mengenai kondisi masing-masing. Dulu memang relasi kami lebih banyak seputar pekerjaan sehingga ada kesan percakapan kami selalu formil dan terbatas, sekarang kami dapat berbagi cerita dengan jauh lebih leluasa. Sepertinya tanpa email, hal ini hampir tidak mungkin terjadi. Dan yang jelas, tanpa email urusan saya dengan pekerjaan di Colorado tidak akan dapat terselesaikan semudah ini.
Foto credit: blog.verisign.com