AES 302 Chateau Ste Michelle
joefelus
Monday March 21 2022, 12:11 AM
AES 302 Chateau Ste Michelle

Hari ini hari terakhir sebelum besok kami kembali ke Colorado. Rencana kami adalah pergi ke winery. State of Washington itu terkenal dengan banyaknya kebun anggur dan juga produsen wine yang sangat terkenal. Salah satu wine yang dulu sering saya konsumsi berasal dari daerah ini, namanya Chateau Ste Michelle. Dulu saya menyukai Merlot, Shiraz atau Cabernet Sauvignon-nya. Nama-nama variasi wine itu tergantung dari jenis-neis varian buah anggur yang digunakan yang jumlahnya sangat banyak. Saya sebetulnya lebih menyukai white wine seperti misalnya Chardonnay, Pinot Grigio, Sauvignon Blanc dan sebagainya.

Saya mengenal wine karena dulu selama bertahun-tahun bekerja di bidang food and beverages dan hampir setiap beberapa bulan sekali tempat bekerja saya melakukan wine tasting untuk paring makanan yang kami sajikan dengan minuman yang sesuai sehingga hampir setiap waktu kami memperoleh sampel minuman anggur untuk kami coba. Sesudah team yang menentukan menu bekerja, tentunya termasuk saya hahaha, botol-botol itu akan terbengkalai karena yang tidak kami pilih otomatis harus disingkirkan. Karena saya tidak mau mubazir membuang wine ke tempat sampah, ya akhirnya saya bawa pulang dan apartemen saya jadi penuh dengan botol-botol anggur yang biasanya saya konsumsi di rumah. Yang paling saya sukai waktu itu sepulang kerja, sekitar pukul 11 malam dan sudah selesai mandi, duduk di teras apartemen yang berada di lantai 14, lalu duduk sambil menikmati wine gratisan menyaksikan pemandangan laut yang sangat indah jika terkena sinar bulan. Permukaan air laut yang memantulkan sinar bulan itu sangat luar biasa apalagi sesudah sehari penuh lelah bekerja. Ini saat-saat yang sangat tenteram hahaha..

Proses pembuatan wine yang saya ketahui dari berbagai penjelasan yang saya peroleh pada event wine tasting itu membutuhkan waktu lama. Sejak anggur dipetik kemudian diperam untuk proses fermentasi hingga dikemas dalam botol memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun jika ingin membuat minuman yang sangat berkualitas. Setelah anggur dipetik lalu diperam dengan menambahkan ragi dan sedikit gula (Ragi akan bereaksi ketika bertemu dengan gula) lalu proses fermentasi yang pertama mulai berlangsung. Langkah berikutnya adalah memeras anggur dan memisahkan dari kulitnya Lalu dimasukan ke dalam barrel untuk proses fermentasi kedua. Ada bermacam jenis barrell, ada yang dari kayu, metal bahkan porselen. Proses ini juga menentukan rasa dan aroma. Kebanyakan jaman dahulu menggunakan barrell dari kayu oak. Pada step ini, anggur mulai dengan proses aging yang memakan waktu lama. Orang mempercayai bahwa semakin lama anggur melalui proses aging, maka hasilnya semakin baik. Rata-rata membutuhkan antara 1 bulan hingga 1 tahun untuk wine komersial jaman sekarang. Tapi Wine yang baik bisa melewati proses aging selama 10 tahun atau lebih. Ada yang pernah mencoba anggur yang sudah berusia 100 tahun dan katanya rasanya sangat enak. Yang penting adalah suhu yang tepat, tempat dan posisi menyimpannya. Jaman dahulu anggur kebanyakan disimpan di gudang bawah tanah untuk mempertahankan suhu dan kelembaban. Sekarang ada wine cellar dan juga kulkas kecil yang sengaja dibuat untuk penyimpanan anggur sehingga suhu dan kelembaban dapat selalu terjaga. Penyimpanan wine dengan suhu yang salah akan mengubah cita rasa wine dan rusak.

Sesudah aging proccess, maka wine menjalani proses penyaringan dan pencampuran. Ini proses yang paling penting dan hanya ahli wine yang bisa melakukan karena membutuhkan ketrampilan unik yang berhubungan dengan rasa. Ada anggur yang dicampur dengan variasi anggur lain, buah cherry dan sebagainya. Ini yang nantinya akan memberikan cita rasa khas dari wine yang akan dipasarkan. Proses penyaringan ini tujuannya untuk menjernihkan sebab protein yang dihasilkan selama proses pemeraman akan menghasilkan anggur yang keruh. Sesudah disaring dan dijernihkan, maka tinggal pengemasan dalam botol lalu dipasarkan.

Kami rencananya akan ke Chateau Ste Michelle pukul 11 pagi tapi ternyata sahabat kami salah menentukan tanggal yaitu kemarin, jadi hari ini kami tidak punya reservasi. Karena sayang sekali jika tidak menyempatkan diri, akhirnya kami tetap nekad dan berangkat. Perjalanan hanya memakan waktu kurang dari 30 menit menuju lokasi. Karena baru buka pukul 11, maka banyak tempat parkir di tempat yang sangat indah, dengan chateau kuno persis seperti gambar yang digunakan di botol wine yang dulu biasa saya minum. Ah, saya begitu gembira akhirnya bisa mampir di tempat asalnya.


Sesudah berbicara dengan salah seorang yang bekerja di sana, kami akhirnya diberi sebuah meja untuk melakukan wine tasting. Ada 4 jenis yang akan kami coba yaitu: Pinot Blanc, White blend yang terdiri dari Muscat canelli, Chenin Blanc dan sauvignon Blanc. Dua jenis pertama ini adalah white wine, lalu yang ketiga adalah cold Creek Blend dan Cabernet Franc. Saya kemudian memesan juga Charcuterie board atau cheese and meat board yaitu sajian beberapa jenis daging yang diiris sangat tipis seperti capicola dan salami, crackers, beberapa macam keju dan buah anggur. Sajian ini akan sangat cocok untuk dinikmati dengan minum wine.


Kenapa keju dan daging olahan serta buah-buahan cocok sekali dengan wine? karena kebanyakan keju rasanya asin dan creamy sementara wine memiliki tingkat acidity yang berbeda-beda. Bayangkan jika hanya minum anggur dari satu variasi ke variasi lain, bagi saya yang awam soal per-anggur-an maka rasanya akan sama saja. Tapi jika kita selingi dengan rasa asin dan creamy keju, rasa dan tekstur daging yang diawetkan dan manisnya buah anggur maka rasa wine menjadi begitu berbeda, sedap dan sangat kaya disamping aromanya yang sangat harum. Ini buat saya merupakan pengalaman yang sangat spesial. Lidah saya yang hanya terbiasa akan makanan dan minuman ala kadarnya kali ini disajikan sebuah kemewahan yang sangat berbeda dan sebetulnya membingungkan karena otak saya belum mampu mencerna seluruh informasi yang dikirimkan melalui titik titik perasa di lidah. Namun jika terus dinikmati tanpa harus memikirkan apa yang saya santap maka ada semacam kepuasan yang unik yang bisa saya nikmati. Sesuatu yang enak itu tidak harus selalu dimengerti tapi cukup dengan dinikmati saja, bukan?

Saya bermain-main dengan mencoba blue cheese dan Pinot Blanc, Sharp Cheddar dengan white blend atau capicola dengan Red blend. Dan kombinasi lainnya karena Charcuterie yang saya pesan menyajikan 3 macam keju yang lembut dan 3 macam keju keras, crackers dan dua macam daging olahan serta 2 macam buah anggur yang manis. Karena sahabat kami bukan pencinta wine jadi saya merelakan diri menjadi "korban" hahaha.. Lama kelamaan memang membuat saya semakin "bahagia" karena terus menerus mencoba berbagai kombinasi jenis keju, daging dan buah anggur dengan 4 jenis wine. Hitung sendiri berapa kombinasi yang bisa dicoba.

Winery memang tempat tujuan wisata yang sudah lama saya ingin kunjungi. Beberapa kesempatan tidak kami pergunakan ketika saya berada di California di Napa Valley yang memang merupakan tempat pembuatan wine yang tersebar di mana-mana. Dulu mengemudi di sekitar situ bisa menyaksikan pohon anggur berjejer dengan sangat rapih, agak berbeda dengan kebun teh tapi bisa dibayangkan cuaca dan kehijauan yang hampir serupa. Tapi untuk datang ke semacam chateau, memang saya belum pernah bayangkan. Ini pengalaman saya yang sangat menyenangkan. Sayangnya saya tidak pernah belajar secara khusus tentang wine walau saya pernah membaca beberapa referensi bahkan saya punya beberapa buku di Bandung. Saya tetap bingung apalagi ketika petugas menerangkan bahwa wine tertentu rasanya fruity, nutty dan sebagainya, buat saya itu hanya istilah sebab saya sulit membedakannya. Ini sangat menarik dan menjadi semacam tantangan untuk dipelajari. Selalu ada hal yang baru yang bisa dipelajari khan? ***

You May Also Like