Saat hari ini teman-teman ngumpul di pendopo AES, aku yang sedang dalam perjalanan menuju Karmel pun ikut menulis. Memang hanya menambah dan menyempurnakan draf tulisan yang kubuat 3 malam sebelumnya di saat susah tidur karena isi kepala yang penuh dan butuh dikeluarkan.
Tulisan itu adalah ringkasan perjalanan yogaku selama dua tahun terakhir ini dan jadi penjelasan untuk diriku sendiri akan makna kehadiran hal demi hal dalam petualangan itu. Jika sebelumnya hal-hal itu sempat tertulis samar-samar, kali ini semua lebih jelas terpapar dan tersimpul satu dan lainnya. Sungguh menyenangkan akhirnya bisa menuliskannya secara lebih utuh.
Sepulang dari Karmel, aku mengikuti lokakarya daring dengan topik 'Enam Suara Penyembuh'. Di sana diperkenalkan metoda penyembuhan diri yang dilatarbelakangi filosofi Tao, suatu cara alami tentang cara mencapai keharmonisan Yin dan Yang melalui produksi suara. Jenis-jenis suara yang bisa dilakukan sendiri ini diajarkan pertama kali oleh seorang master Tao bernama Tao Hongjing di kisaran tahun 450an. Sama seperti halnya ilmu akupuntur yang berdasar pada lima elemen, 6 suara penyembuh ini juga mengakses meridian, organ dalam tubuh dan aspek-aspek emosinya seperti yang pernah kusinggung dalam esaiku yang berjudul Emosi.
Sungguh ajaib rasanya saat penjelasan di kelas itu menyebut kembali fascia dan meridian, dua kata yang juga jadi topik tulisanku hari ini. Bahkan informasinya terasa memvalidasi pemahamanku dan bahkan melengkapinya lagi ke sisi yang lain.
Menemukan lagi satu cara lain untuk mengakses tubuh ini sungguh amat menyenangkan, apalagi saat berlatih dengan suara-suara itu tadi terasa punya potensi untuk memudahkan praktek-praktek napas yang secara khusus diintensikan untuk mengakses bagian tubuh tertentu.
Aku pun otomatis membayangkan sebuah kelas yoga yang disertai dengan teknik suara ini, dan terbayang serunya pengalaman kelas itu nantinya. Namun seperti biasa, sekarang adalah waktuku untuk berlatih sendiri terlebih dahulu dan bereksplorasi hingga menemukan cara tersendiri untuk berbaginya.
Sungguh hari yang menyenangkan.
Berikut ini ada 2 kutipan yang dibagikan di akhir kelas tadi.
"In Taoism, we believe that when you control your qi, you control your life and future." Mantak Chia
"If you have mastery over your physical body, 10-15% of your life and destiny is under your control. if you have sufficient mastery over your mind 40-60% of your life and destiny will be under your control. If you have completely mastery over your life energies, 100% of your life and destiny will be under your control." Sadhguru
Selamat berakhir pekan 😊