Sepanjang pagi saya wara-wiri kemana-mana. Antar-jemput, mengambil monitor untuk dipakai di kantor, dan lain sebagainya. Sepertinya kendaraan saya melewati jalan yang sama belasan kali. Jadi sepanjang pagi ini saya belum mempunyai ide untuk menulis apa-apa. Begitu sudah selesai semua dan bisa dengan tenang duduk di depan komputer memandangi layar raksasa yang baru dipasang, 27 inci curvy monitor, saya mulai berpikir untuk menulis sesuatu. Kosong! Saya tidak punya ide.
Hal yang pertama saya lakukan biasanya putar-putar jalan-jalan di internet dan melihat-lihat siapa tahu ada yang menarik untuk dibahas. Saya akhirnya menemukan sesuatu. Ada sebuah jurnal yang menyatakan bahwa ketika tidak punya ide untuk menulis, coba baca sesuatu, membaca blog atau jurnal di medium, membaca quote, dan sebagainya.
Katanya banyak sekali orang-orang terkenal yang menulis jurnal seperti misalnya Albert Einstein, Mark Twain, Charles Darwin bahkan Leonardo da Vinci. Kemudian disebutkan juga bahwa ada satu literatur ternama yang sudah berabad-abad ditulis oleh Marcus Aurelius pada tahun 200 SM, judulnya Meditations dan masih dibaca hingga saat inbi. Nah jadi tidak ada alasan untuk tidak menulis karena orang-orang tersohor itu juga menulis. Itu dalih yang diungkapkan oleh salah seorang penulis jurnal yang barusan saya baca. Menulis itu bukan hanya dilakukan oleh anak-anak remaja seperti dijaman saya sekolah dahulu, tapi juga oleh ilmuwan dan orang-orang dewasa.
Terus ada sebuah pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh orang-orang yang mencoba menulis: Apa yang bisa atau harus saya tulis? jawabannya juga sederhana: apa saja yang kamu mau! Hahaha... Justru itu yang menjadi masalah hampir setiap penulis atau orang yang berusaha menulis, yaitu tidak tahu apa yang ingin ditulis. Seperti hari ini saya lagi-lagi mengalami hal seperti itu, dan ini tidak terjadi sekali dua kali, tapi sering!
Memang banyak sekali topik untuk ditulis, tapi seringkali saya tidak tertarik karena berbagai alasan, ada yang terlalu serius, terlalu sulit, masih harus membaca untuk mencari data pendukung dan sebagainya. Menulis tanpa ada dukungan data yang akurat sama saja dengan berbohong dan sangat mungkin malah menjerumuskan mereka yang membacanya, atau malah ditertawakan karena menulis sesuatu yang absurd dan tidak masuk akal. Nah itu saya tidak mau terjadi. Yang paling mudah sebetulnya ya sekedar bercerita tentang pengalaman, apa yang saya lihat atau menyatakan pendapat tentang sesuatu. Tapi yang terakhir ini lagi-lagi harus ada fakta pendukung, bukan?
Nah, hari ini saya sepertinya gagal menemukan sesuatu yang ingin saya tulis. Walau judulnya adalah anything I want, apapun yang saya inginkan, ternyata saya tidak menemukan apa yang saya inginkan. Gagal! Tapi ya begitulah ceritanya menulis, walau tidak tahu apa yang saya ingin tulis, tetap bisa menghasilkan sesuatu walau sesuatu itu ternyata hanya nothing, alias nihil tidak ada apa-apa! Ya begitulah!