Beberapa malam lalu aku mendengar cerita dari seorang teman. Cerita itu begitu menggelitik dan sangat layak dibagikan dalam AES.
Ceritanya, ia sedang dikirim sebagai engineer di sebuah pabrik pipa beton di Texas. Pada malam Thanksgiving ia diundang pemilik pabrik untuk makan malam di kota asalnya di San Antonio yang berjarak sekitar 400km dari Dallas, tempat pabrik pipa beton itu berada. Si teman pun dipinjami mobil kantor, yang ia kendarai bersama seorang kolega dari Jerman. Sang bos juga mengundang manajer pabrik untuk makan malam bersama di rumahnya.
Setelah makan malam, mereka bertiga (si teman, koleganya dari Jerman, dan manajer pabrik) menginap di sebuah hotel di San Antonio. Sekitar jam 4 pagi, alarm mobil sang manajer yang di-install di ponselnya berbunyi. Ia segera bangun dan melihat seseorang dalam gelap mobilnya. Melihat ada orang yang datang dari kejauhan, si pencuri pun cepat-cepat meninggalkan mobil sang manajer dan membawa kabur mobil yang dipakai temanku bersama teman Jermannya.
Usut punya usut, mobil yang dipakai si teman itu baru diperpanjang STNK-nya oleh sang manajer. Jadi, dalam mobil sang manajer tersimpan STNK mobil yang dipinjamkan pada temanku beserta BPKB dan kunci serepnya! Itulah sebabnya, sang pencuri dengan leluasa bisa membawa kabur mobil temanku.
Untungnya, tiga hari kemudian mobil pinjaman si teman ini berhasil ditemukan. Ternyata ceritanya begini. Seseorang ‘menemukan’ mobil curian ini dijual di market place. Sebenarnya ia merasa heran dengan harga miring yang ditawarkan, tapi ia mengabaikan perasaan itu. Bayangkan, mobil GMC Yukon ditawarkan seharga USD 12.000 (sekitar 200juta rupiah), padahal di pasaran harganya 600juta! Tapi karena dijual berikut surat-surat asli dan lengkap, ia pun tetap membeli mobil itu. Baru setelah GMC Yukon itu berada di tangannya, ia ingin membuktikan instingnya salah. Di tengah kesangsiannya, ia coba mengecek nomor polisi mobil itu dan benar, statusnya adalah ‘stolen’. Berbekal hal tersebut, sang pemilik baru mobil itu pun melaporkannya ke polisi.
Jadi akhir ceritanya, mobil yang dicuri itu kembali pada pemilik sahnya dan pencuri mobil belum berhasil ditangkap. Si pembeli mobil curian kehilangan USD 12.000, tetapi ia menang atas nurani dan kejujuran yang tidak bisa dibandingkan dengan kehilangannya (yang pasti, kalau hal ini terjadi padaku, pasti akan terasa nyesek banget).
Setelah mendengarkan cerita ini sampai selesai, hanya satu kata yang terucap olehku: WOW!