Buat Semi Palar, Bude Ratna adalah salah satu sosok yang sangat mewarnai pengalaman belajar dan dinamika kehidupan di Rumah Belajar Semi Palar. Jum'at minggu lalu, Semi Palar diramaikan dengan presentasi hasil dari berbagai kelompok yang berproses bersama Bude Ratna di semester lalu, juga di awal semester ini bersama kakak-kakak Smipa. Pentas sederhana yang diberi nama Rampak Gerak Semi Palar.
Saya tidak ingat persis kapan jumpa dan berkenalan dengan bude Ratna, dan siapa yang mengenalkan dan mengantar bude Ratna ke Semi Palar. Kurang lebih 7-8 tahun yang lalu. Kalau ingatan saya tidak keliru, yang membawa bude Ratna ke Semi Palar adalah Novi - mamanya Feta dan Nara. Tapi di sisi lain saya masih ingat betul apa yang kami bicarakan saat itu, bagaimana saya merasa bahwa visi dan spirit yang dibawa bude Ratna dengan Semi Palar sangat sejalan, sangat selaras.
Waktu itu, kami ngobrol-ngobrol di ruangan kantin dan bude menyampaikan bahwa dalam pandangannya pohon yang bergoyang karena tiupan angin atau rumput yang bergoyang, itulah tarian di mata bude... Begitu kira-kira yang disampaikannya. Hal itu langsung nyambung dengan berbagai pemahaman dan pemikiran saya tentang proses belajar. Bahwa kita perlu banyak belajar dari alam. Bahwa banyak hal lain yang penting bahkan esensial di luar pengetahuan, teori dan pakem, yang selama ini selalu dijejalkan ke benak para muridnya. Di situlah esensi belajar saat manusia terkoneksi langsung dengan semesta di luar (dan di dalam) dirinya.
Secara pribadi saya merasa juga titik-titik perhatian dan keprihatinan saya juga sangat nyambung dengan bude Ratna. Sewaktu saya tanya beliau tentang mas Prapto - seorang penari dari Padepokan Lemah Putih di Solo, ternyata nyambung juga. Saya kemudian mendapat kabar tentang kepergian mas Prapto dari bude Ratna. Tulisan tentang mas Prapto (Suprapto Suryodarmo - alm) ada di sini (bagian 1) dan di sini (bagian 2)
Entah apa juga yang membuat bude Ratna betah terus berproses di Semi Palar sampai hari ini. Padahal Semi Palar juga tidak pernah 'memberikan' apa-apa kepada bude Ratna. Sebaliknya bude Ratnalah yang terus menghidupkan dan menghadirkan warna warni kebudayaan Nusantara ke Rumah Belajar Semi Palar.
Tapi ya begitulah, bude Ratna saya kenal sebagai salah satu sosok yang sangat menjiwai apa yang dilakukannya. Seorang yang selalu antusias dengan berbagai hal yang digagasnya. Enerjinya selalu menular - saya pikir karena segala ketulusannya. Mungkin ini juga yang selama ini mengoneksikan bude dengan Semi Palar. Kami nyaris tidak peduli soal skala, apakah yang digelar ditonton banyak orang atau tidak. Kami lebih menaruh perhatian pada apa yang bisa dimaknai dari proses dan apa yang digelar - bagi yang hadir.
Mungkin jawabannya ada di sini : proses. Seperti kata yang kerap diucapkan bude Ratna: Enerji. Enerji akan kembali terus berresonansi dan terus akan berputar. Suatu waktu, apa yang terus digetarkan akan membawakan gaungnya kembali kepada bude Ratna, lewat segala sesuatu yang secara konsisten terus dilakukannya. Salam hormat.
cover photo by @pasco