AES289 Berjarak
Andy Sutioso
Wednesday March 2 2022, 9:06 AM
AES289 Berjarak

Mudah-mudahan masih ingat, salah satu tayangan salindia yang disampaikan dalam POT Literasi Diri minggu lalu, ada salah satu poin yang disampaikan oleh mbak Fitri - yaitu terkait Jeda atau Berjarak. Kali ini saya ingin bahas lebih spesifik tentang Berjarak.  

Ini poin penting yang perlu jadi pemahaman kita bersama, kenapa Berjarak ini penting. Saya ingin ambil satu analogi yang bisa menjelaskan kenapa Berjarak ini penting. Analogi ini terkait perdebatan apakah bumi itu datar atau bulat. Rasanya kita semua cukup akrab tentang ini karena sampai saat ini masih ada sekelompok orang yang sangat percaya bahwa bumi itu datar. Perdebatannya tidak menjadi penting, karena begitu ada astronot yang meluncur keluar angkasa, berjarak dari planet bumi, jawabannya jelas. Karena kita bisa memandang planet bumi dengan jelas, perdebatan semestinya berhenti, semata-mata karena manusia mengambil jarak terhadap planet bumi. Berjarak adalah sesuatu yang sangat penting. 

Dalam konteks Literasi Diri, manusia bisa mengenal dirinya dengan jernih saat manusia berjarak dengan segala aspek kehidupannya. Hal-hal yang dia alami sehari-hari yang mengakibatkan berbagai kegalauan dirinya adalah karena jarak yang terlalu dekat antara diri dan pengalaman dirinya. Padahal diri manusia adalah sama sekali tidak terdefinisikan oleh pengalaman hidupnya. Berjarak jadi proses penting dalam mengelola kedirian manusia. Kenapa? Alasannya sama dengan penjelasan di atas tentang bumi datar ini. Pada saat berjarak, kita bisa lebih jernih memandang sesuatu. 

Hmm, oke saya kembali ingin menyitir pandangan Sadhguru yang sering kali joss banget buat saya. Beliau bilang, kalau saat kita sendirian (berjarak dari segala aktivitas dan lingkungan sosial kita), dan kita masih nelangsa... kesimpulannya sederhana, berarti kita bermasalah dengan diri kita sendiri. Kita tidak mampu mengelola - terutama - pikiran dan emosi kita, memori dan imajinasi kita. Jadi masalahnya jelas ada di mana, ada di diri kita. Kalau ada orang lain, dengan mudah kita menuding bahwa sumber masalah adalah orang-orang lain dan lingkungan di sekitar kita. Saya sempat menulis juga tentang memori dan imajinasi, silakan klik tautannya di sebelah ini. 

Jadi ya begitulah pentingnya berjarak. Ada satu hal lagi yang menarik tentang berjarak ini dari salah satu puisi Kahlil Gibran, suatu waktu saya akan bahas juga tentang ini. Salam. 

  

Photo by Markus Spiske from Pexels

joefelus
@joefelus   4 years ago
hanya saja Kak, bias konfirmasi masih terjadi sangat kuat di mana-mana. Banyak orang mengabaikan informasi yang sangat empiris dan faktual karena tidak sesuai dengan pendapat mereka. Nah di sini memang tugas untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat menghadapi rintangan yang sangat besar. Mereka benar-benar menutup telinga dan mata karena yang mereka ingin lihat dan dengar hanyalah yang mendukung pendapat mereka. menyedihkan sekali, tapi itu fakta dan terjadi di mana-mana.