AAS883 Lapisan Kesadaran (2) | Menjelang Ngobras #4
Andy Sutioso
Wednesday November 26 2025, 5:54 AM
AAS883 Lapisan Kesadaran (2) | Menjelang Ngobras #4

Menjelang ngobras ke 4 besok, pagi ini setelah selesai melaksanakan waktu hening pagi, saya seperti biasa mencoba menemukan hal apa yang bisa jadi pembelajaran menemukan kepingan untuk melengkapi pembelajaran saya. Mencoba menemukan insights apa yang bisa membantu saya menjalani hari ini dan hari-hari ke depan. Pagi ini tulisan pendek ini saya coba simpan di sini

Pagi kemarin saya membicarakan tentang ngobras bersama kakak-kakak LingKung. Banyak masukan baik yang bisa dijadikan catatan penting supaya Ngobras selanjutnya bisa membawa kebaikan buat kita semua dan selanjutnya untuk anak-anak kita. Saya coba tuangkan apa yang sejauh ini muncul dalam pikiran saya - mudah-mudahan hal-hal ini berakar dari ruang kesadaran... 

Memahami Esensi Kesadaran 

Saya coba tuangkan di sini pemahaman saya sejauh ini. Pertama bahwa bicara tentang Kesadaran adalah bicara tentang proses spiritual - yang terjadi di dalam ruang batin. Jadi ini adalah bukan ruang pikiran, bukan mind, jadi bukan tentang kerja pikiran, konsep, teori dan segala sesuatu yang terjadi di dalam ranah intelektualitas. Proses Spiritual adalah olah rasa bukan olah pikir. Ini adalah satu hal terpenting yang perlu dipahami. Konsekuensinya juga adalah bahwa proses spiritual tidak bisa hanya sebatas dipahami di dalam pikiran, tapi mensyaratkan kita untuk masuk ke pengalaman rasa, pengalaman batin. Pengalaman inilah yang akan bekerja di dalam diri di dalam ruang batin manusianya. 

Sepertinya hal inilah yang menjadi kendala terbesar bagi manusia untuk masuk ke dalam proses spiritual - proses yang menyentuh dan bekerja di dalam ruang batin karena berhenti di konsep-konsep dan berbagai kerja pikiran manusia. 

Proses spiritual baru bisa berjalan setelah manusia bersedia melampaui ruang pikirannya - dan membukakan ruang batinnya agar jiwa manusia yang selalu berdiam dalam heningnya mulai bisa terasa kehadirannya. Bagaimana caranya? Sebetulnya sangat sederhana, sesederhana menyediakan waktu hening, dan menyisipkan banyak jeda di dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Saya sempat menuliskan tentang ini dalam esai saya berjudul dobedobedo. Saya tuliskan tentang mendengarkan paparan dari Amit Goswami, seorang pakar mekanika kuantum yang menemukan formula sederhana ini - pada dasarnya adalah keseimbangan antara doing dan being... Ini yang bisa menjadikan manusia yang punya keseimbangan lahir dan batin

Ngobras : Bukan Semata Ruang Tukar Pikiran 

Sepertinya kita perlu menempatkan pertemuan ini sedikit berbeda dengan pertemuan lainnya yang biasa kita kenal. Karena topik utamanya adalah kesadaran dan kebersadaran, kita perlu berpijak di sini. Menyadari bahwa ruang ini adalah ruang proses belajar kita untuk berkesadaran

Walaupun prosesnya dilaksanakan melalui tukar pikiran, mengolah kesadaran adalah bukan kerja pikiran tapi adalah masuk ruang batin yang bahkan bisa dibilang bertentangan dengan kerja pikiran kita. Ini adalah ruang di mana kita belajar menyadari kehadiran jiwa di dalam relung batin kita. Kita bukan mau beradu konsep atau pemikiran karena bukan ini tujuannya tapi untuk membukakan ruang kehadiran bagi jiwa yang selama ini jarang kita perhatikan. Di dalam lapisan terdalamnya ngobras adalah bukan ruang diskusi, tukar pikiran dan beradu konsep tapi merupakan ruang menemukan keterhubungan batin. Pikiran (ego) sudah memang naturnya memisah, memilah dan membandingkan. Padahal Ngobras sebagai ruang belajar adalah ruang untuk menemukan keterhubungan - menuju, menemukan kembali kemanunggalan.  

Kita percaya jiwa kita saling terhubung, yang memisahkan adalah badan dan pikiran kita. Pikiran manusia kita pahami sebagai ego kita masing-masing yang bekerja over protective, sangat sibuk dan bising berhadapan dengan jiwa kita yang hidup dalam hening di lapisan terdalam kedirian kita. Mungkin dari situlah muncul istilah relung jiwa - karena di sanalah jiwa kita berdiam dalam heningnya, menantikan ruang dan kesempatan untuk hadir dengan caranya yang sangat halus melalui keheningan diri manusia. 

Menghadirkan Diri di dalam Ngobras

Di bawah ini saya simpankan video pendek yang menjelaskan tentang lapisan kesadaran manusia secara sederhana -diuraikan dalam 3 tingkatan / lapisan. Hadir berkesadaran saya rasa bisa dimulai dengan menyadari di manakah level kesadaran kita saat hadir di dalam forum-forum seperti Ngobras. Saya pikir ini adalah salah satu kuncinya, hal teknis yang bisa kita lakukan (doing) untuk masuk ke dalam ranah being.  

Sebagai catatan penutup, saya sangat terbuka kalau ada teman-teman seperjalanan yang ingin mengomentari, mengoreksi atau merespons dengan tulisan lainnya sebagai proses belajar kita sama-sama menjadi manusia yang berkesadaran (conscious being). Salam bahagia buat semua. 

Photo by Stacey Koenitz : https://www.pexels.com/photo/people-walking-beside-building-2425277/

Andy Sutioso
@kak-andy   5 months ago
Punteen kalau sudah ada yang baca sebelum tulisan ini tuntas. Masih proses menata pikiran di kepala. Ini proses ngotret untuk menyusun kerangka / ruang gerak untuk forum ngobras ke depannya.