AES174 Kesadaran Jasmani
Andy Sutioso
Thursday November 4 2021, 8:34 PM
AES174  Kesadaran Jasmani

Menjelang rapotan, asik juga sepertinya kalau kita bicara sedikit tentang salah satu aspek di Buku Cahaya Bintangku. Kesadaran Jasmani. Saya akan coba kaitkan juga dengan kondisi sekarang ini di mana cukup banyak yang berhadapan dengan masalah kesehatan - alias sakit. Salah satu faktornya, cuaca memang sedang tidak ramah, cepat berubah dengan kondisi yang cukup ekstrim. 

Kalau bicara dari konteks kesadaran, bagaimanapun harus berfokus ke diri sendiri - dalam hal ini tubuh kita sendiri. Menyadari betul apa yang badan kita rasakan (kondisi badan kita). Kepekaan jadi penting di sini. Merasakan apa yang sedang dihadapi tubuh ini. Badan kita terus bicara kepada kita. Kalau kita perlu minum, kita merasakan haus. Kalau kita sedang butuh istirahat, badan pasti memunculkan kantuk. Masalahnya apakah kita cukup memberi perhatian (mendengarkan) pada apa yang disampaikan oleh badan kita kepada kita. Sejauh pengalaman ternyata ini bukan hal sederhana, bukan hal mudah juga. Kita lebih mudah mengabaikan apa yang badan kita rasakan karena berbagai hal - berbagai tuntutan dari luar, sampai akhirnya badan kita melampaui batas kemampuannya dan kitapun jatuh sakit.

Beberapa tahun lalu, saya lupa tepatnya dari mana, saya mengetahui bahwa titik lemah badan saya adalah di daerah tenggorokan. Seperti yang kita tau, kesehatan badan kita sangat dipengaruhi oleh apa yang kita makan. Pola makan saya sendiri tidak ada yang istimewa, saya belum sampai tahapan punya pola makan sendiri yang spesifik, menjadi vegan atau lainnya. Saya masih makan segala macam makanan - termasuk gorengan dan lainnya. Saya masih makan makanan yang manis - walaupun secara sadar sangat mengurangi konsumsi gula. Yang saya betul-betul perhatikan adalah keseimbangan apa yang saya makan. Kemudian saya sangat berusaha mendengarkan apa yang badan saya sampaikan kepada saya.

Dulu saya cukup mudah jatuh sakit. Flu dan lainnya. Belakangan ini saya merasa kesehatan saya cukup stabil. Saat badan saya sedang kurang fit - dengan cepat saya bisa mengembalikan kondisi badan saya, dengan cara-cara sederhana. Kalau tenggorokan saya mulai gatal atau terasa tidak enak, itu alarm besar buat saya untuk menyeimbangkan kembali dengan memperhatikan apa yang saya konsumsi. Dalam kondisi-kondisi seperti itu, saat sedang beraktifitas di sekolah, siang saya hanya makan lotek (sayur) atau rujak (buah) buatan bu Soem. Ini kemewahan tersendiri buat kita yang ada di Semi Palar. Makanan sehat dan enak yang mudah sekali dijangkau oleh kita di Smipa. Kadang saya juga melewatkan salah satu jadwal makan (berpuasa). Puasa berkala kita ketahui baik untuk badan kita. 

Hal-hal lain yang badan kita butuhkan adalah gerak (movement) di luar olah raga (exercise). Jadi beres-beres rumah apapun bentuknya sangat membantu badan kita bergerak. Olahraga selalu baik, tentunya. Di tambah tentunya earthing dan waktu hening (meditasi) setiap pagi. Hal-hal ini saya rasa sangat membantu buat saya - untuk terus bersentuhan dan mendengarkan apa yang disampaikan badan saya kepada saya. Buat saya inilah yang disebut kesadaran jasmani. Semoga tulisan pendek ini bermanfaat, dan kita semua tetap sehat... 

Photo by SHVETS production from Pexels