Obrolan senggang saat menunggu workshop membawa aku dan pak Jo pada sesi membaca. Bukan membaca biasa tentunya, membaca diri alias membaca peta berdasarkan kelahiran dan garis tangan. Kak Leo menawarkan pak Jo untuk dibacakan, otomatis aku ikut mengantre dong hahaha. Aku belum pernah mengikuti sesi bacaan seperti ini. Ilmu Bazi dibuat berdasarkan amatan selama 4000 tahun. Mengintip persamaan orang-orang yang memiliki kesamaan trait sepertiku. Ada dasar datanya bukan semata-mata penerawangan gaib. Cocoklogi berdasarkan data statistika.
Bermodalkan tanggal lahir kemudian kak Leo mulai mencorat coret tulisan hanzi pada kertas kosong makin membuat penasaran yaaa..
Awalnya kak Leo tampak ragu membacakannya namun apa serunya membaca refleksi diri tanpa penjelasan yang gamblang. Hidupku sudah penuh komedi jadi ya santai saja kan. Diluar dugaan penjelasannya sangat menarik sampai-sampai entah berapa kali aku menutup wajahku karena terkejut. Dari bacaan tersebut dapat diambil kesimpulan aku seperti sedang mengobrol dengan diriku sendiri. Sesuai dugaan sih tapi kesamaannya sungguh diluar ekspektasi.
Tetapi ada hal yang bukan kebetulan terjadi. Tadi pagi secara acak aku mendapat pensil warna pink, merah dan cokelat saat menggambar mandala kemudian untuk menyeimbangkan warnaku (kayu=coklat) aku harus memakai sesuatu yang berwarna merah. What a coincidence.
Besok aku akan memakai sesuatu berwarna merah kalau begitu. Terima kasih kak Leo sesi membacanya seru sekali!