Masa depan itu sangat misterius. Tidak ada yang pernah tahu apa yang akan kita hadapi, jangankan besok, nanti sore atau nanti malam saja kita belum tahu pasti apa yang akan terjadi. Seperti yang dikatakan oleh Master Oogway dalam film Kung Fu Panda, Yesterday is history, tomorrow is mistery, but today is a gift. That is why it is called present! Atau kalau mengutip yang dikatakan oleh Steve Job, "You can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future." Jadi sepertinya kalau kata Mr. Job, dengan menghubungkan titik-titik yang sudah kita lalui, kita akan bisa memetakan apa yang mungkin akan terjadi di depan.
Pernahkah kita memikirkan apa yang akan terjadi 5 atau 10 tahun ke depan? Apakah goal yang ingin kita capai dalam kurun waktu itu? Menarik sekali sebetulnya jika kita telusuri apa yang kita canangkan di waktu lampau lalu kita lihat kemudian apa yang terjadi.
Saya senang menulis, sejak dahulu. Kadang iseng saya menulis dengan sebuah pertanyaan, what will I be or what will I do this time 10 years from now. Apakah yang saya bayangkan 10 tahun yang lalu itu terjadi pada saat ini? hahaha.. Saya sudah buktikan beberapa kali, jawabannya sama: Tidak! Mengapa begitu? Mungkin karena saya tidak sungguh-sungguh mencanangkan sebuah tujuan yang konkret. Saya tidak menentukan apa yang harus saya capai 10 tahun kemudian, lalu memfokuskan diri pada titik itu dan berjuang sekuat tenaga untuk mencapai tujuan tersebut. Saya bukan orang yang begitu. Mungkin saya termasuk orang yang hanya mengikuti arus, mengalir tanpa ngoyo ingin mencapai sesuatu. Apakah saya tidak punya cita-cita? Punya dong, tapi lebih philosophical hahahaha. Ya saya mah berusaha realistis saja, saya tidak ngoyo ingin punya 1 juta dollar dalam 10 tahun lalu ngebut memfokuskan diri menggunakan energy 1000 persen untuk mengejar goal itu, tidak. Saya lebih memilih dalam 10 tahun ke depan saya lebih mengenal diri, lebih sehat, lebih bahagia, lebih sabar. Begitu! Sepertinya ini buat saya lebih cocok dan lebih mudah untuk dikejar daripada jadi multi milyuner (walau begitu, kalau saya dapat lotre segitu besar ya mau saja dong! hahaha)
Apakah hanya diam pasif mengalir mengikuti arus? Ya tidak dong! Saya menikmati perjalanan! Saya berenang ke sana kemari, saya kadang berenang melawan arus, atau berhenti berpegangan pada batang kayu untuk beristirahat, berusaha menyelam mencari mutiara (lah di sungai mana ada? hahaha), dan sebagainya.
Sambil ngobrol soal masa depan, saya jadi ingat film seri yang kemarin juga saya tulis: Con. Si Anna ini begitu menggebu-gebu ingin mencapai sesuatu untuk lari dari kondisi realistis dia untuk menjadi sosialita terkenal dengan bisnis multi milyuner yang akhirnya berujung dipenjara lalu sekarang sedang menunggu waktu untuk dideportasi. Kenapa demikian? Karena dia berusaha untuk menjadi orang lain! Dia menolak dirinya, menolak mengakui keberadaan dirinya, tidak mengakui diri apa adanya. Lagi-lagi Steve Job menasehati,"Your time is limited, so don't waste living someone else's life!"
Saya juga pernah membahas tentang hidup, bahwa betapa banyaknya orang yang ngoyo mengejar sesuatu sehingga lupa untuk menikmati hidup sendiri, AES 34 Life Di tulisan itu saya mengutip beberapa pemikiran Zen: Zen memfokuskan pada proses, kebiasaan dan ritual. Seringkali kita memandang secara membabi buta pada hasil yang ingin kita capai sehingga tidak memiliki waktu untuk menjalani kehidupan dengan nikmat dan akhirnya lupa akan alasan mengapa kita berusaha mengejar tujuan itu. Alan Watts seorang ahli filsafat dari Inggris berkata," The meaning of life is just to be alive. It is so plain and so obvious and so simple. And yet, everybody rushes around in a great panic as if it were necessary to achieve something beyond themselves."
Mungkin saja pada akhir perjalanan kita dalam mengejar sesuatu, kita berhasil, lalu mencapai goal menghasilkan 1 juta dollar, then what? Banyak cerita yang disodorkan berdasarkan pengalaman banyak orang yang berhasil dalam hidupnya, mereka mengatakan bahwa seumur hidup mereka bekerja keras dan akhirnya berhasil tapi mereka akhirnya sadar karena begitu fokusnya mengejar tujuan hinga lupa untuk menikmati hidup itu sendiri. Itu yang berhasil loh, coba bayangkan bagaimana mereka yang gagal? That is extremely a huge thing to think about life!
Ada sebuah cerita lucu, saya lupa membaca di mana dan siapa tokoh-tokohnya. Ada seorang tua yang sedang tidur-tiduran di pantai. Lalu ada seorang muda menghampiri dan menegur mengapa dia tidak pergi bekerja. Orang tua itu bertanya, untuk apa bekerja? dijawab agar punya uang, menjadi kaya, lalu bisa tiduran dengan nyaman bersenang-senang di pantai. Dan orang tua itu menjawab,"That's what I am doing right now!" ***
Foto: wayfair.com