Anggap saja kita sedang mengendarai sebuah kendaraan di jalan raya. Tiba-tiba ada seseorang yang menyerobot di depan kita. Kita marah karena tidak suka diserobot seenaknya. Itu artinya kita attached! Saya akan jelaskan di bawah.
"Simply said, when we make our happiness dependent on people, money, success, possessions, or circumstances, we suffer. Attachments are sticky. Our freedom goes out the window, and we react emotionally and maneuver to get what we want and reject what we don’t want. Oh, if only the world would cater to our personal desires." (DR. Gail Brenner)
Dalam sebuah artikelnya, Dr. Brenner mengatakan bahwa jika kita bereaksi terhadap sesuatu, misalnya seseorang atau sebuah situasi, perkataan atau perbuatan orang lain, artinya kita attached. Ketika kita mempunyai keyakinan atau ekspektasi bahwa sesuatu harus dilakukan dengan cara tertentu atau sesuatu harus terjadi sesuai dengan yang kita inginkan, itu termasuk dalam attachement dan kita akan merasa terganggu, menderita, marah dan kecewa jika tidak terjadi sesuai yang kita harapkan.
Saya selama ini selalu berkata bahwa kebahagiaan saya itu tergantung pada diri sendiri bukan orang lain, jadi jika ada orang nyerobot lalu kebahagiaan dan kesenangan saya terganggu, artinya kebahagiaan saya dikontrol oleh orang lain. Nah mungkin ini yang dimaksud dengan attachement, saya tidak tahu apakah jika saya terjemahkan menjadi "keterikatan" itu cocok atau tidak, tapi saya yakin kita semua mengerti apa yang dimaksud dengan attachement itu. Ya, saya masih attached, masih belajar untuk mengendalikan diri agar terbebas dari keterikatan saya soal ini. Rasanya sayang sekali jika suatu pagi yang indah dan menyenangkan kemudian dirusak dengan marah-marah gara-gara ada orang yang seenaknya melakukan pelanggaran di jalan. Apakah saya sudah berhasil? Belum! Saya masih terus berusaha dan mengontol diri. Sekali lagi saya masih belajar mengontor kebahagiaan saya dan tidak mau tergantung, terikat pada kelakukan orang lain.
Mengapa saya mengangkat topik ini. terus terang, gara-gara membaca ceritanya kak Leo,Sepuluh Tahun Yang Lalu ! Kak Leo berkata bahwa setiap 5 atau 6 tahun sekali, semua foto-foto dihapus dan memulai lembaran baru. Ini salah satu bentuk melepaskan diri dari keterikatan. Suatu kebijaksanaan tingkat tinggi! Apakah saya siap? Hmm... Ini pertanyaan sederhana yang sulit saya jawab.
Renungan hari ini mengenai attachement saya pada banyak hal. Ini sangat menarik dan saya sadari betul-betul, tapi kalau mau jujur, saya akan katakan bahwa banyak hal yang sulit saya penuhi. Sederhana saja, soal masa lalu, foto-foto, cerita perjalanan, saya malah berusaha melestarikannya. Ini salah satu alasan mengapa saya menulis yaitu karena saya berusaha meng-abadi-kan semua itu. Why? because it makes me feel good! Pengalaman saya di masa-masa sulit ketika kecil, ketika berjuang di awal kedewasaan, ketika mati-matian bayar uang kuliah sendiri yang penuh dengan air mata dan keringat, itu semua sangat berharga. Walau sulit, tapi ketika saya tahu sudah melewatinya dengan baik, semua itu membuat saya bersyukur dan bahagia. Like I said, those make me feel good! Apakah saya terikat? attached? Iya! Jelas sekali. Itu semua adalah bagian dari diri dan kehidupan saya. Mungkin suatu waktu saya akan melepaskan diri dari semua itu dan terbebas dari banyak ikatan masa lalu dan menjadi manusia bebas. Tapi belum sekarang, saya masih nawar! hahaha..
Dr. Brenner mengatakan bahwa keterikatan kita pada kepemilikan dan uang sebetulnya gara-gara rasa takut. Brenner mengatakan kita boleh mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tapi jangan meletakkan kebahagiaan kita pada benda dan harta. Bayangkan seandainya kita kehilangan semua itu dan tidak punya apa-apa lagi! nah itu salah satu bentuk keterikatan kita pada benda!
Kita juga terikat pada keinginan. Karena ingin ke paris dan tidak tercapai, lalu kita tidak bahagia. Mungkin saatnya sekarang kita harus bisa berbahagia dengan apa yang sudah ada dan sudah kita miliki.
Pada kenyataannya kita begiut terikat pada banyak hal sehingga kata Brenner bahwa kita seolah hidup di dalam sebiuah ruangan kecil yang penuh dengan dinding-dinding! Karena kita begitu terikat, kita menjadi tidak bahagia ketika kehilangan itu semua. Hidup kita menjadi begitu rapuh.
Budha mengatakan, "The roots of suffering is attachment" dan disambung oleh Brenner: Begitu segala bentuk keterikatan itu luruh, runtuh, yang tersisa adalah realitas! Katanya ketika kita melepaskan diri dari semua keterikatan itu kita akan menyadari bahwa hidup itu begitu indah, murni, gilang gemilang dan sejati. Hmm.. saya masih sangat jauh dari sana.. masih sibuk tawar menawar....
Foto Credit: unsplash.com