AES 1554 Tidak Sama
joefelus
Wednesday December 31 2025, 1:06 AM
AES 1554 Tidak Sama

Musim dingin kali ini sangat kering dan suhunya sebetulnya hangat, di atas rata-rata musim dingin selama bertahun-tahun. Tapi bagi saya yang sudah terbiasa dengan suhu tropis, suhu yang hanya sekitar 10 derajat Celcius cukup memberikan masalah. Karena udara yang sangat kering, bibir saya mulai pecah-pecah dan kulit sekujur tubuh terasa gatal-gatal, belum lagi ketika saya menyentuh sesuatu, bahkan kucing-kucing yang menjadi tuan rumah di mana saya tinggal menimbulkan percikan api seperti orang yang kena setrum. Sama sekali tidak menyenangkan. Itu hal yang umum jika berada di derh dengan udara kering, kulit kita pun menjadi kering dan jika bersentuhan dengan banyak hal menimbulkan efek statik yang kadang kala sangat menyakitkan.

Memang ini bukan hal yang aneh bagi saya karena sudah mengalami hal yang sama selama bertahun-tahun bahkan dahulu di musim dingin saya beberapa kali mengalami suhu ekstrim hingga minus 30 derajat celcius. Pada saat itu kota tempat saya tinggal seperti kota mati karena hampir tidak ada orang yang keluar rumah, sekolah-sekolah dan universitas tutup. Untuk keluar rumah saya harus siap menderita karena sekujur permukaan kulit yang tidak tertutup terasa sangat sakit. Pemerintah menganjurkan semua orang untuk berdiam di rumah dan kalaupun terpaksa harus keluar rumah, kita harus menyiapkan diri dengan pengamanan serta tidak memaparkan diri lebih dari sekian waktu karena sangat berbahaya.

Saat ini suhu di luar 14 derajat Fahrenheit, atau setara dengan -10 derajat Celcius. Saya cukup kedinginan walau rumah tempat saya tinggal menggunakan pemanas. Telapak tangan saya dingin seperti baru saja memegang es dan saya duduk membelakangi matahari yang sangat cerah dan terasa hangat di punggung. Pagi ini saya hanya ingin bersantai tidak banyak melakukan apapun. Ini adalah gaya liburan yang paling saya sukai, tanpa agenda, tidak tergesa-gesa dan bebas mau melakukan apa saja. Tapi gaya liburan semacam ini memang perlu waktu yang lama, sebab jika tidak ya tidak banyak yang akan dapat dialami. Untungnya Nina dapat meninggalkan pekerjaan cukup lama sehingga kami dapat tinggal di Colorado selama 6 minggu. Tanpa terasa sekarang sudah memasuki minggu yang ke 2.

Satu hal yang sering saya rasakan ketika kembali mengunjungi tempat-tempat tertentu yang penah dianggap penting dalam perjalanan hidup adalah perasaan berjarak. Saya gambarkan begini, ketika kita sudah berada di tempat yang baru, keinginan untuk kembali mengunjungi tempat-tempat yang sangat berkesan yang menandai perjalanan hidup itu sangat tinggi. Imajinasi dan harapan kita untuk mengulang kembali dan merasakan perasaan yang sama seperti waktu dulu sangat besar. Kalau kita semua ingin jujur terhadap diri sendiri, kita tidak dapat menyangkal bahwa kita sering merasakan itu, bukan? Nah, ketika kita mendapat kesempatan untuk mengunjungi, kita begitu bersemangat, begitu excited dan memiliki harapan yang tinggi bahwa itu semua akan terwujud. Tapi begitu sudah tiba di tempat itu, ada semacam dinding penghalang, dan perasaan yang ingin kita ciptakan kembali ternyata tidak terjadi dan ada perasaan berbeda. Ada jarak yang tidak dapat dijembatani, ada penghalang yang tidak dapat tertembus. Kita tetap merasa sebagai outsider dan seolah-olah akar sudah tercabut dan tidak dapat kembali seperti dahulu. Itu yang saya rasakan.

Seharusnya saya sudah memperhitungkan bahwa situasi itu akan terjadi lagi, sebab ini bukan untuk pertama kalinya. Ketika saya tinggal di Fort Collins, 2 kali saya pergi mengunjungi Hawaii, tempat yang pernah saya anggap sebagai rumah ke-2 selain Bandung. Saya dulu tinggal di sana selama 10 tahun, juga merupakan tempat kelahiran Kano. Pertama kali kembali ke Honolulu setelah lebih dari 10 tahun meninggalkan tempat itu, waktu itu saya berharap akan merasakan perasaan yang sama seperti ketika dulu tinggal di sana. Hampir seluruh tempat-tempat yang sangat berarti bagi saya, seperti tempat tinggal, tempat yang sering saya datangi hingga restoran, tempat berolahraga dan bermain saya kunjungi. Memang saya bisa menikmati perasaan nostalgia, tapi sama sekali tidak bisa mengulang kembali perasaan at home seperti dulu karena saya sadar bahwa tempat itu bukan lagi rumah untuk saya. 2 kali saya coba, dua kali saya gagal. Demikian juga Colorado, Fort Collins dan Windsor tempat saya pernah tinggal. Bedanya hanya satu, ini merupakan rumah untuk Kano, jadi ada sedikit perbedaan, tapi saya tetap merasa sebagai pengunjung, sebagai tamu, sebagai visitor. Ya akhirnya mau tidak mau saya memanfaatkan waktu sebanyak mungkin dan semaksimal mungkin sebagai wisatawan, menikmati tempat-tempat yang nostalgik, makanan yang mengingatkan kembali ke masa-masa yang menyenangkan serta menikmati sebanyak mungkin hal-hal yang tidak dapat ditemui di tanah air. Rugi kalau tidak dimanfaatkan sebab perjalanan ini tidak murah sehingga walau tidak sama, tapi saya tetap bisa jadi turis! Hehehe..