Saya dulu tidak pernah tertarik pada Instagram hingga di awal kedatangan saya di Fort Collins. Itu di akhir bulan Desember tahun 2016. Tadinya malah saya sama sekali tidak mengerti apa itu Instagram. Lalu Kano mengajari saya dan bahkan membantu membuat akun. Saya merasa sangat beruntung memutuskan untuk menggunakan media ini sejak awal kedatangan saya di Fort Collins hingga sekarang, karena dengan demikian saya dapat melihat segala bentuk rekaman peristiwa, pengalaman bahkan mencatat bagaimana kami, yaitu Kano, Nina dan saya selama sekian tahun hidup di kota ini.
Sangat menarik menelusuri kembali semua peristiwa yang pernah kami alami selama hampir 8 tahun tinggal di kota kecil ini. Awal unggahan saya waktu itu di hari bersalju. Kano dan saya bergabung dengan Nina memang di pertengahan musim dingin, seingat saya kami tiba beberapa hari menjelang Natal. Semalam sebelum kedatangan kami di Fort Collins turun salju sangat tebal, ketika kami dijemput di airport oleh Nina dan Mary Ann, jalanan masih banyak yang tertutup salju bahkan di kompleks tempat tinggal kami gundukan salju sampai di bawah lutut. Lalu semakin hari rekaman petualangan saya mulai terekam di Instagram, dan ini yang menarik, seolah-olah highlite (walau tidak sungguh-sungguh begitu) petualangan saya tercatat di sana. Hal-hal yang menarik banyak tersimpan di sana.
Eniwei, sekarang saya ingin ngobrol semisalnya ada yang bertanya, pengalaman apa saja yang saya dapatkan dari sekian tahun merantau. Sepertinya jika saya pikir sungguh-sungguh, mungkin yang bisa saya ungkapkan adalah hal-hal kecil yang mewarnai keseharian saya. Dimulai ketika masa-masa transisi, mengenali lingkungan sekitar, menyesuaikan diri dengan perbedaan cuaca dan elevasi, udara yang kering hingga kemudian membiasakan diri dengan ritme kehidupan baru, mulai sungguh-sungguh "menetap", meniti karir dan berusaha survive dalam berbagai peristiwa yang menantang.
Sebetulnya tidak hanya instagram yang mencatat perjalanan hidup saya, tapi juga kesukaan saya menulis. Saya memulai itu dari awal perjalanan, persiapan sebelum kepindahan hingga sekarang. Saya dapat menelusuri sejak mempersiapkan diri, mengurus dokumen hingga bagaimana relasi saya dengan teman-teman sebelum keberangkatan. Ini pengalaman luar biasa. Dan percaya atau tidak saat ini saya sedang mengalami hal yang serupa dengan teman-teman saya di sini yang beberapa minggu lagi akan melepas saya pulang.
Saya menganggap diri sendiri sebagai seseorang yang senang "melihat", saya agak ragu jika mengatakan sebagai orang yang observant. Tidak juga, sebab yang saya lihat lebih banyak yang berkaitan dengan "selera" saya. Memperhatikan orang sekeliling saya, kondisi sekitar dan sebagainya yang menarik perhatian. Nah itu yang bisanya mewarnai hari-hari saya di sini.
Menurut saya setiap orang mempunyai cara yang unik dalam melihat sesuatu. Seperti photographer, saya selalu terkagum-kagum ketika menyadari bahwa mereka mampu melihat sesuatu dari sudut yang saya sama sekali tidak mengerti.
"What do you see?" Tanya seseorang kepada saya ketika melihat sebuah sudut yang kotor.
Saya akan menjawab itu adalah sebuah sudut yang kotor, becek dan bau dimana para gelandangan sering menggunakannya sebagai WC umum. Tapi seorang photograper akan melihatnya sebagai sudut yang artistik yang unik. Nah, begitu analoginya.
Agak sulit merangkum segala hal-hal kecil yang saya alami dan menggambarkannya sebagai sebuah pengalaman yang utuh karena terlalu banyak. Seperti halnya puzzle yang memiliki ribuan kepingan yang harus disusun satu demi satu hingga membentuk sebuah gambar yang indah. Jika ada satu keping yang hilang, maka keindahan gambar itu tidak menjadi lengkap.
Saya ingat harus membiasakan diri dengan perbedaan waktu, lalu bagaimana saya merasa pusing dan sulit bernapas karena perbedaan elevasi yang sangat jauh dengan kota Bandung. Di sini 2 kali lipatnya, sehingga saya harus menyesuaikan diri, belum lagi udara kering yang membuat saya mudah "kesetrum" ketika menyentuh sesuatu yang disebabkan efek listrik statis. Perbedaan musim juga merupakan pengalaman tersendiri karena ini pertama kalinya saya tinggal di daerah yang memiliki 4 musim. Saya harus belajar bagaimana harus terus memantau cuaca sehingga dapat lebih siap menghadapinya.
Hal lain yang wajar bagi penghuni baru adalah mengenal daerah sekitar. Pertama kali pindah ke sini saya merasa segala sesuatu begitu luas, Itu perbedaan utama antara Fort Collins dengan Bandung. Di tempat baru banyak sekali public spaces yang luar biasa luasnya. Sangat mudah mencapai target 10 ribu langkah setiap hari karena untuk ke tempat perhentian bus saja saya harus berjalan kaki sejauh sekian ratus meter. Membiasakan diri dengan transportasi publik juga merupakan pengalaman tersendiri karena jumlahnya terbatas serta harus hapal jadwal. Pengalaman-pengalaman seperti itu banyak saya tulis sementara hal-hal yang sulit ditulis saya abadikan dalam foto-foto yang kemudian saya simpan di Instagram.
Jaman sekarang memang banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan dengan kemajuan teknologi dibandingkan dengan bertahun-tahun yang lalu. Dulu saya sangat sulit berkomunikasi dengan keluarga di tanah air, saya harus membeli kartu telepon yang tidak murah harganya. Sekarang jarak hampir tidak memiliki siginifikansi yang besar karena dengan kemajuan teknologi, komunikasi sangat mudah dilakukan. Memang tetap secara fisik kami berjauhan, tapi rasa kangen keluarga dapat banyak terkurangi dengan mudahnya berkomunikasi. Juga dalam hal merekam hal-hal menarik dalam keseharian. Ketika pertama kali di rantau belum ada media sosial, bahkan internet pun sangat terbatas, masih jaman menggunakan dial up dengan kecepatan terbatas, sekarang semua dengan mudah digunakan oleh sebab itu selama saya rajin mengabadikan, akan banyak peristiwa-peristiwa menarik terekam. Mungkin ini petualangan saya yang terlengkap yang dapat terbadikan, mungkin ini juga penyebabnya sehingga saya menghadapi berbagai kesulitan untuk melepaskan diri dari lembaran petualangan kali ini. Dulu ketika menjelang saat-saat kepulangan saya dari petualangan yang pertama, saya tidak mengalami banyak hal yang berarti, saat ini sangat berbeda.