"In each moment I choose life, and every single day when I woke up I can choose happiness, love, joy, sadness or even pain. I may choose to make mistakes or make wrong choices, those are part of freedom I feel, part of my life that I enjoy. And.. I try to capture those moments to make them eternal." Itu yang saya tulis di blog saya yang merupakan alasan mengapa saya menulis hampir setiap hari.
Hidup adalah pilihan. Setiap saat kita dihadapkan pada banyak pilihan. Ketika kita bangun pagi, kita harus memilih apakah akan segera beranjak dari tempat tidur atau masih akan berleyeh-leyeh dahulu sebelum akhirnya mulai bangkit dan melakukan kegiatan harian. Selesai mandi, kita dihadapkan pada pilihan pakaian mana yang akan dikenakan, bahkan menjelang tidur di akhir hari kita masih dihadapkan pada pilihan akan tidur jam berapa, apakah akan menyiapkan segala sesuatu untuk besok terlebih dahulu, dan lain sebagainya.
Pilihan akan berdampak pada konsekuensi. Sebagai ilustrasi saya akan sedikit bercerita.
Pada suatu hari Jeneral Genghis Khan pergi berburu bersama teman-temannya. Genghis khan selalu membawa burung elang kesayangannya sebab dia bisa membantu menjadi mata yang sangat jeli yang dapat melihat segala sesuatu dari angkasa. Hari itu acara berburu ternyata tidak menghasilkan apa apa dan berbuah kekecewaan.
Dalam perjalanan pulang Genghis Khan merasa haus. Tiba-tiba dia melihat air mengalir dari bebatuan. Dia mengambil gelas peraknya dan mengisi dengan air. Ketika penuh dan sudah hampir mendekati bibir, si Elang terbang dan melempar gelas perak itu hingga air tumpah dan jatuh ke tanah. Genghis Khan berpikir mungkin burung itu juga haus. Dia ambil gelas dari tanah dan membersihkannya lalu kembali menampung air itu. Untuk kedua kalinya ketika hendak meminum air itu, si Elang kembali menyerang dan menjatuhkan gelas itu. Genghis Khan mulai jengkel. Untuk ketiga kalinya dia berusaha mengisi air sambil terus berjaga-jaga jika elang itu akan menyerang kembali. Dan benar saja ketika akan meminumnya, sekali lagi elang kesayangannya menyerang gelas itu. Genghis Khan sangat marah, menghunus pedangnya dan membelah dada elang itu.
Air telah berhenti keluar dari bebatuan sehingga Genghis Khan harus memanjat dan mencari dari mana air itu mengalir. Di atas bebetuan itu ada sebuah mata air dan seekor ular berbisa yang mati di mata air itu. Seandainya Genghis Khan meminum air itu, tentu dia akan mati. Dia sangat menyesal dan bersedih karena telah membunuh burung elang kesayangannya!
Pilihan selalu berakhir dengan konsekuensi, dan satu hal yang dapat kita pejalari dari cerita di atas yaitu bahwa jangan membuat keputusan, jangan menjatuhkan pilihan ketika kita sedang marah!
Setiap pagi ketika membuka mata, kita dihadapkan pada pilihan, akan menjalani hari dengan mood yang baik, atau mood yang jelek? tentu kita pilih yang baik. Ketika kita menghadapi peristiwa yang buruk, kita dihadapkan pada pilihan, apakah kita memilih jadi korban atau kita belajar dari pengalaman itu? Dan banyak lagi.
Hidup adalah tentang bagaimana kita menjatuhkan pilihan dan menghadapi konsekuensinya. Kita bisa membuang jauh-jauh hal-hal yang buruk, sampah dan mood yang jelek lalu memilih hidup secara positif. Pendek kata, Pilihan menentukan bagaimana kita menjalani hidup kita!
Foto: choiceofalabama.com