Aku merasakan udara yang sejuk dan suara keras, sangat keras. Aku lama-lama sadar dan ternyata aku didalam kereta! Aku bingung apa yang terjadi dan takut. Tetapi selama aku menjelajahi kereta tersebut aku merasa seperti tokoh utama dalam game petualangan. Aku merasa sangat percaya diri dan melupakan semua yang terjadi sebelumnya karena aku merasa kalau semuanya sudah hilang. Terasa sangat cepat tetapi aneh. Aku merasa harus menyelamatkan seseorang di kereta tersebut, gerbong demi gerbong aku lewati sampai di gerbong kereta terakhir. Disana aku mendengar kalau ada seseorang meminta tolong, dan aku mengenal suara tersebut.
Suara lembut yang membuat hatiku tenang dan membuatku senang. Aku mendobrak pintu gerbong tersebut dan ternyata ada seekor anjing yang ditangkap oleh 2 orang berotot dan bertato. Aku mengenal anjing itu, tetapi tidak tahu kenal dari mana. Anjing ini membuatku senang tidak tahu kenapa. Aku sebenarnya tidak menyukai anjing atau binatang lainnya, tetapi ini berbeda.
Aku dengan cepat lari mengambil anjing tersebut dan lari dari kedua orang penjahat itu. Aku loncat dari kereta dan jatuh ke ladang padi yang terlihat kering. Saat terjatuh, aku tidak mendengar apapun selain hembusan angin, melihat kebelakang, kereta sudah tidak ada. Ladang tersebut sangat luas sehingga tidak bisa melihat bangunan apapun, pohon juga tidak ada. Hanya ada aku dan anjing itu yang selalu mengikutiku. Di pagi itu, aku berjalan terus-menerus ke suatu arah, berharap menemukan kehidupan. Sampai sore, tidak menemukan apapun, aku harus menahan rasa lapar dan haus.
Aku mencabut beberapa tanaman padi yang siap di panen dan membuat sebuah tempat tidur. Malam itu sangat dingin tetapi dengan adanya sang anjing, aku mendapatkan kehangatan yang tidak banyak tetapi cukup. Aku menatap ke langit, bintang sangat banyak, awan tidak ada. Bintang-bintang dan bulan menerangi ladang tersebut bagaikan lampu! Angin berhembus ringan, aku sudah pasrah tidak bisa pulang ke rumahku dan kotaku. Aku tertidur pulas.