Dalai Lama pernah berkata,"When you are discontent, you always want more, more, more. Your desire can never be satisfied. But when you practice contentment, you can say to yourself, "Oh yes—I already have everything that I really need."
Manusia dapat merasakan kepuasan. Katanya binatang juga demikian. Kepuasan merupakan state of mind dan hanya sementara, biasa dapat dirasakan jika sebuah keberhasilan tercapai. Namun banyak orang yang juga mengalami ketidak puasan, atau banyak juga orang yang tidak pernah puas. Orang yang tidak pernah puas cenderung terus menginginkan sesuatu, ingin lebih. Seperti yang dikatakan oleh Dalai Lama di atas, orang yang tidak pernah puas selalu terus menerus menginginkan sesuatu yang lebih, yang ada tidak pernah cukup, tapi jika kita belajar merasa puas, maka apapun yang kita miliki sudah cukup membuat kita puas.
Kepuasan memang tidak terjadi begitu saja. Kepuasan harus dicapai, harus diusahakan; kepuasan bukan hadiah atau pemberian. Kita harus melakukan sesuatu agar kita menjadi puas.
Kepuasan juga merupakan salah satu bentuk motivasi untuk terus melakukan sesuatu. Seperti misalnya komitmen untuk menulis esai setiap hari di Atomic Esai Smipa ini. Komitmen pada dasarnya lebih dari hanya sekedar janji untuk melakukan sesuatu, komitmen merupakan pernyataan akan sebuah dedikasi untuk mempertahankan suatu perlakuan dan tentu saja ini membutuhkan perhatian khusus agar dapat terus dipertahankan. Setiap kali bagian dari komitmen itu terlaksana, ada sebuah kepuasan yang dapat dirasakan. Setiap kali saya menyelesaikan sebuah esai, saya merasakan sebuah kepuasan bahwa komitmen yang sudah saya canangkan dapat terus saya pertahankan. Bahwa janji saya untuk menulis esai setiap hari secara rutin juga memberikan sebentuk kepuasan sederhana setiap kali saya menyelesaikannya. Jadi pendeknya kemarin saya menulis esai yang ke 258, maka saya juga sudah 258 kali merasakan kepuasan.
Keinginan untuk merasakan sebuah kepuasan itu juga yang memotivasi saya untuk terus berolahraga hampir setiap hari. Keberhasilan dalam menyelesaikan sebuah tantangan memberikan kepuasan. Seperti misalnya tadi pagi, saya langsung bersiap-siap untuk berolahraga walau saya tahu program pagi ini sangat berat dan bukan merupakan program favorit, yaitu endurance! 14 menit nonstop di tread, 14 menit nonstop di rower dan 14 menit nonstop di weight room! Saya tahu jika saya dapat menyelesaikan tantangan yang sangat berat ini, saya akan memperoleh sebuah kepuasan yang luar biasa. Dan itu benar-benar terjadi. Neurotransmiter, atau substansi kimiawi yang dihasilkan ketika melakukan olahraga ditambah hormon yang juga dihasilkan selama melakukan kegiatan itu memberikan rasa bahagia yang luar biasa, bahkan cenderung memberikan efek semacam "ketagihan" (sesuai dengan namanya, endorphine berasal dari kata endogenous, yang artinya mirip dengan "morfine"). Jadi dapat dibayangkan bagaimana kepuasan yang dihasilkan ketika segala bentuk tantangan itu dapat diselesaikan.
Kepuasan dapat diperoleh dari hal-hal kecil. Jika keinginan-keinginan yang sederhana dapat tercapai, maka kepuasan-kepuasan sederhana juga dapat dirasakan. Semua orang tahu bahwa segala bentuk kepuasan dalam hidup membuat kita lebih bahagia, dan lebih dapat menikmati hidup serta memberikan dampak yang sangat baik bagi kesehatan dan kesejahteraan. Jadi menurut saya, kejarlah kepuasan-kepuasan sederhana setiap hari, maka hidup akan menjadi semakin menyenangkan. Bukan begitu?***